Wartawan Bojonegoro Gelar Aksi Unjuk Rasa, Protes Pejabat Publik yang Dinilai Arogan dan Menghalangi Kerja Jurnalistik

oleh -1972 Dilihat

KILASJAIM.COM, Bojonegoro – Sebagai bentuk protes terhadap Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Bojonegoro, Triguno Sudjono Prio, yang dinilai bertindak arogan dan kasar, sejumlah wartawan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Bojonegoro pada Senin siang (28/10/2024). Aksi ini digelar sebagai wujud protes atas tindakan pejabat publik yang dianggap menghambat kebebasan pers dengan menyembunyikan informasi publik.

Insiden ini terjadi ketika Triguno menunjukkan sikap emosional dan mengusir beberapa wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalistik. Tindakan tidak transparan dari pejabat publik tersebut mengundang kritik keras dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro, Forum Jurnalis Televisi, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro, yang turun langsung dalam aksi di depan kantor pemerintah setempat.

“Kami mengutuk pejabat publik yang merusak kebebasan dan kemerdekaan pers dengan sikap tidak transparan terhadap publik,” ujar Ketua AJI Bojonegoro, M Sueb, dalam orasinya.

Yana Dwi, salah seorang jurnalis yang ikut dalam aksi unjuk rasa, menyampaikan bahwa sikap emosional seorang pejabat publik menunjukkan ketidakdewasaan dalam berpikir. Ia menambahkan bahwa pekerjaan jurnalistik memiliki perlindungan hukum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Terutama dalam Pasal 18, disebutkan bahwa pelaku yang menghalang-halangi kerja jurnalistik bisa dikenai pidana,” tegas Yana.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro, M Yazid, turut mempertegas sikapnya bahwa ketidakterbukaan dalam hal informasi publik merupakan cerminan buruk dari transparansi pemerintah. “Harus ada evaluasi bagi pejabat yang tidak terbuka,” ujarnya.

Selama aksi unjuk rasa tersebut, tidak ada satu pun pejabat yang menemui para demonstran. Setelah menyampaikan tuntutan melalui selebaran dan orasi, massa akhirnya membubarkan diri dengan pengawalan aparat kepolisian yang berjaga di depan pintu gerbang Pemkab Bojonegoro.

Baca Juga :  Bojonegoro Gencar Berantas Rokok Ilegal, Satpol PP dan Tim Gabungan Sasar Toko Kelontong

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai pimpinan Kepala Daerah Bojonegoro melakukan evaluasi terhadap pejabat yang tidak transparan dan terkesan arogan,” ungkap Bambang Yulianto, jurnalis Metro TV, menutup aksi. (had)

No More Posts Available.

No more pages to load.