KILASJATIM.COM, Jakarta – Jenderal (Purn) Wiranto resmi dilantik sebagai penasihat khusus presiden bidang politik dan keamanan oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Selasa (22/10/2024).
Pelantikan ini menandai kembalinya Wiranto ke panggung pemerintahan setelah sebelumnya pernah menduduki berbagai jabatan strategis di bidang politik dan keamanan.
Wiranto menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Ia menekankan pentingnya sinergi antara lembaga-lembaga terkait dalam menjaga stabilitas nasional.
“Dalam dunia yang semakin penuh dengan tantangan ini, keamanan dan stabilitas adalah fondasi utama bagi pembangunan bangsa. Saya siap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan hal itu,” ujar Wiranto seusai pelantikan.
Jenderal Wiranto bukanlah sosok baru dalam dunia politik dan keamanan Indonesia. Sebagai mantan panglima TNI dan menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan (menko Polhukam), ia telah banyak berperan dalam berbagai situasi krusial, termasuk dalam menjaga stabilitas politik Indonesia pascareformasi.
Terakhir pada pemerintahan Jokowi periode pertama dia kembali menjabat sebagai menkopolhukam dan pada periode kedua Jokowi, Wiranto menjabat sebagai ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), di mana ia memberikan masukan strategis kepada pemerintah terkait isu-isu nasional.
Pengalaman di Bidang Politik dan Keamanan
Karier militer dan politik Wiranto yang panjang memberikan dasar kuat bagi perannya sebagai penasihat khusus presiden. Sebagai Panglima TNI, ia memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas nasional selama masa transisi politik pada akhir 1990-an. Setelah pensiun dari militer, Wiranto juga aktif dalam politik, termasuk mencalonkan diri sebagai presiden pada 2004 dan 2009.
Dengan posisi barunya sebagai penasihat khusus presiden bidang politik dan Keamanan, Wiranto diharapkan dapat memberikan masukan strategis yang mendalam dan terukur dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, baik di tingkat domestik maupun internasional. Keahliannya dalam diplomasi militer serta pengalamannya di pemerintahan membuatnya dipercaya untuk membantu pemerintahan Presiden Prabowo menjaga stabilitas politik dan keamanan Indonesia. (bbs/fiq)


