KILASJATIM.COM, Mojokerto – Sebanyak 161 remaja dari berbagai daerah di Jawa Timur digerebek oleh pihak kepolisian saat sedang merayakan pesta anniversary komunitas mereka di sebuah villa yang terletak di Desa Made, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Mereka juga kedapatan berpesta minuman keras (miras) dan membawa senjata tajam.
Kabag Ops Polres Mojokerto, Kompol Hendro Susanto, mengatakan bahwa razia dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat setempat terkait adanya kegiatan yang mencurigakan. “Kami mendapat laporan adanya kumpulan anak muda yang mengarah pada kegiatan pesta minuman keras. Setelah kami cek, kami menemukan bahwa mereka juga membawa senjata tajam,” jelasnya pada Minggu (13/10).
Sebanyak 161 remaja, termasuk empat perempuan, berasal dari berbagai daerah seperti Mojokerto, Surabaya, Madiun, Sidoarjo, Nganjuk, dan Bojonegoro. Kompol Hendro menambahkan bahwa miras, bendera komunitas, dan senjata tajam turut diamankan sebagai barang bukti.
Seluruh remaja beserta barang bukti tersebut dibawa ke Polres Mojokerto untuk dilakukan pendataan awal. “Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada keterlibatan mereka dalam aktivitas gangster,” ujar Kompol Hendro.
Kasus ini muncul di tengah kekhawatiran masyarakat Mojokerto terhadap maraknya video di media sosial yang menunjukkan aksi anak-anak muda, bahkan pelajar, yang bergaya sok jagoan sambil membawa senjata tajam. Fenomena ini membuat polisi meningkatkan pengamanan wilayah dan melakukan penangkapan terhadap beberapa pemuda yang diduga anggota gangster. (iik)




