Gastronomi Sastra dan Makanan Tradisional Lebih Sehat

oleh -2015 Dilihat

Foto: Tqi

KILASJATIM.COM, Malang – Gastronomi sastra, karya sastra mengangkat tema kuliner, makanan milik Ratna Indraswari Ibrahim dibahas dalam Festival Sastra Kota Malang 2024, Mengangkat Tema Sastra dan Gastronomi di Critasena, Kamis (26/9/2024).

“Pelan-pelan Ratna menggiring pada makanan tradisional lebih sehat, bergizi. Apa yang dicatat Ratna hari ini bisa ditelusuri. Itu sesuatu yang pernah ada, kenari di Williams street menghasilkan kue kenari,” kata penulis A. Elwiq PR dalam diskusi “Aroma Pangan dalam Karya Ratna Indraswari Ibrahim”.

Menurut Elwiq, Ratna mencatat gastronomi dalam sastra, agar kita belajar apa yang baik dan tidak baik. Kita bisa menelusuri jejaknya, semua masih ada, bila kita ingin mempelajarinya.

Sedang Rosyid H.W, pengamat sastra asal Sidoarjo, menyampaikan apa yang di tulis Ratna sangat menarik dan berbeda dengan penulis lain. Ia menyampaikan pesan dalam setiap karyanya melibatkan sosok perempuan berdaya, mampu menghasilkan sesuatu baik makanan atau apapun yang mendukung perputaran ekonomi.

“Tulisan Ratna temponya lambat dan banyak renungan. Seperti ketika salah satu cerpennya membahas soal bubur ayam. Ini kan menarik, membuat tokoh perempuan di sana merasa dilematis,” ungkapnya.

Menurut guru salah satu sekolah swasta di Surabaya, model tulisan cerpen atau novel Ratna belum ada yang menyamai. Baik di Jawa Timur maupun Malang, kota asal penulis.

Cerpen sekarang kejadian didahulukan. jalannya sangat cepat tidak ada renungan. Konflik utama diawal. Ceritanya di jalin belakangan. Dan penulis muda asal Malang lebih banyak menulis puisi dari pada cerpen atau novel.

“Ratna bukan hanya penulis sastra gastronomi juga sejarah. Ini belum ada di kota lain, sastra heritage perjalanan kota yang bersumbernya dari cerpen dan novel selain karya Ratna,” pungkasnya. (tqi)

No More Posts Available.

No more pages to load.