Tingkatkan Potensi Penjahit Desa, Mahasiswa Universitas Ciputra Gagas Kampung Jahit

oleh -528 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Dalam rangka meningkatkan potensi bisnis para penjahit di desa, mahasiswa Universitas Ciputra mengagas Program Kampung Jahit Arumpreneur di Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Sri Nathasya Br Sitepu, S.E., M.Ec.Dev., Dosen Pendamping Program, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian keluarga dengan memaksimalkan produktifitas tiap individu. “Total 15 mahasiswa UC yang terdiri dari mahasiswa program Studi International Business Management, Fashion Design and Business, Hotel and Tourism Business melakukan survey yang nantinya dibuat acuan dalam pembuatan program yang sesuai,” terang Nathasya.

“Nah dari survey didapati bahwa rata-rata Ibu Rumah Tangga memiliki kemampuan menjahit. Kemampuan menjahit ini adalah potensi besar untuk dikembangkan sehingga bisa menambah penghasilan keluarga yaitu melalui bisnis fashion,” tambahnya.

Teresa Samantha Satyanegara, Ketua Pelaksana Program, menjelaskan bahwa rangkaian program Kampung Jahit Arumpreneur dimulai sejak Juni hingga Oktober 2024 dengan kemasan kegiatan seperti pelatihan, pendampingan, dan memberian fasilitas.

“Program Kampung Jahit Arumpreneur ini diikuti oleh 13 peserta yang merupakan Ibu Rumah Tangga. Kami didukung oleh para Dosen UC dalam memberikan materi pelatihan seperti Pelatihan pembuatan Pola Gamis dengan sentuhan kekinian, cara padu-padan warna bahkan tentang kewirausahaan. Di sisi kewirausahaan peserta ini diajari bagaimana cara mengemas, cara promosi melalui media promosi bisnis, pengelolaan data bisnis, pembuatan logo dan legalitas usaha,” terang Samantha.

“Pelatihan dilengkapi sesi workshop sehingga para peserta langsung praktek di Lab Menjahit di UC. Dengan praktek langsung maka para peserta bisa mengaplikasikan materi yang baru dipelajari. Kami juga memberikan fasilitas untuk mengikuti pameran. Tepatnya pada Rabu, 14 Agustus 2024 lalu, para peserta mengikuti pameran Surabaya Great Expo di Exhibition Hall Grand City Mall Surabaya. Gamis dan Hijab buatan peserta mendapat respon baik dari masyarakat,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pengabdian Masyarakat Internasional, Tegaskan Unusa Kampus Unggul Asean

Peserta mengaku senang dan antusias mengikuti program ini. “Kalau tidak ikut Universitas Ciputra ini paling ya saya tidak bakal ikut pameran besar gini mas. Terima kasih sudah membantu saya dan teman-teman,” ujar Kholilah salah satu peserta.

Hal senada juga disampaikan oleh M. Saigulloh Asy’ari, S.Si., M.Pd.i., Kepala Desa. “Saya sangat mengapresiasi. Ada mahasiswa yang peduli dengan warga desa. Sudah berjerih lelah membuatkan program, melatih, mengorbankan waktu juga. Mau ambil bagian untuk membangun desa kami,” papar M. Saifulloh Asy’ari, S.Si, M.Pd.i.

Samantha dan tim mengaku senang dengan respon dari peserta dan Kepala Desa. “Kami sangat senang dengan respon yang baik ini,” katanya. Samantha mengaku bahwa kendala yang dihadapi selama melalukan program ini yaitu salah satunya jarak desa dari kampus UC yang terbilang jauh tersebut sepadan dengan hasilnya. Samantha berharap program ini belangsung lancar sampai Oktober 2024 nanti dan mampu mendongkrak perekomoniman Masyarakat desa.(tok)