Rupiah di Awal Perdagangan Rabu Pagi Tergelincir 53 Poin

oleh -1435 Dilihat
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Maret 2026 mencapai US$433,4 miliar atau setara Rp7.669 triliun
Ilustrasi (Foto: dok kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu dibuka turun seiring pasar menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS).

Pada awal perdagangan Rabu pagi, rupiah tergelincir 53 poin atau 0,33 persen menjadi Rp16.143 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.090 per dolar AS.

“Rupiah kelihatannya masih melemah terhadap dollar AS menantikan data inflasi AS yang akan dirilis Jumat ini,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Ariston menuturkan hasil notulen rapat kebijakan moneter AS yang memperlihatkan peluang kenaikan suku bunga AS lagi bila inflasi AS tidak kunjung turun, mendorong penguatan dollar AS lagi.

Selain itu, data ekonomi AS semalam yaitu data indeks harga rumah AS dan tingkat keyakinan konsumen AS menunjukkan kenaikan yang berpeluang memicu kenaikan inflasi AS lagi sehingga mendorong penguatan dolar AS juga.

Ia memperkirakan potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp16.130 per dolar AS dengan potensi support di sekitar Rp16.050 per dolar AS. (ant/nic)

Baca Juga :  Jamin Kebutuhan Masyarakat Tercukupi dengan Harga Murah, Pemkot Kediri Adakan Gerakan Pangan Murah Secara Drive Thru

No More Posts Available.

No more pages to load.