KILASJATIM.COM, Surabaya: Pimpinan DPRD Surabaya menginisiasi upaya optimalisasi kerja sama di bidang budaya secara global. Wakil Ketua DPRD Surabaya A Hermas Thony mendorong agar Jepang dan Jawa bisa selamanya bersanding mesra di Surabaya dengan aksara Jawa.
Tidak tanggung-tanggung, Wakil Konjen Jepang di Surabaya Ishii Yutaka menyertakan keluarganya ikut kelas menulis aksara Jawa Hanacaraka. Ishii bersama istrinya yang orang Indonesia Mei Ishii dan putranya yang sudah dewasa Ryuta Ishii rutin mengikuti kelas Hanacaraka.
Tidak hanya ekspatriat Jepang itu yang tertarik. Dosen ekspatriat kampus di Surabaya juga ikut serta dalam kelas yang digagas Puri Aksara Rajapatni. Tampak pula sejumlah mahasiswa dari kampus di Surabaya juga ikut ambil bagian kelas rutin tiap Minggu itu.
Kelas Hanacaraka itu digelar di Museum Pendidikan Surabaya. AH Thony yang sudah lama mendukung aktivitas budaya yang digelar Rajapatni itu memberi apresiasi khusus. Tidak hanya pertukaran budaya global yang terbangun, tapi saling bertukar ilmu untuk saling menguatkan satu sama lain.
“Akulturasi kebudayaan ini menjadi kegiatan positif untuk saling mengenalkan dan memperkaya budaya masing-masing. Huruf kanji, hiragana, dan katakana dikenalkan Jepang. Jawa mengenalkan Hanacaraka,” kata AH Thony, Senin (6/5/2024).
Legislator Partai Gerindra ini menjadi bagian saat digelarnya kelas Hanacaraka. AH Thony melihat banyak pelajaran yang bisa diambil dari effort orang Jepang saat mempelajari hal baru. Tampak keluarga Ishii Yutaka sangat serius, konsisten, dan totalitas mengikuti kelas.
Sampai akhirnya mereka bisa menulis aksara Jawa. Semua aksara Jawa atau huruf Hanacaraka mereka hapal. Bahkan kini sudah masuk aksara rekan sampai huruf pangku Jawa. Mereka pun praktik menukis kata Jepang dalam huruf Hanacaraka. “Lekukan huruf itu yang bikin menggairahkan,” kata Ishii.
Kolaborasi penuh arti ditunjukkan Jepang dan Indonesia di Surabaya. Keduanya menyatu dalam satu kegiatan penuh makna. Bekerja sama dengan Konjen Jepang di Surabaya, mereka rutin membuka kelas menulis aksara Jawa ala Jepang. Cara menulisnya tidak dengan ballpoint atau alat tulis pada umumnya. Tapi dengan pena ala Jepang dengan memasukan dalam tinta dan dituangkan dalam deretan tulisan.
Keduanya mengenalkan aksara Jepang dan menulis indah. Sementara keluarga Wakil Konjen Jepang di Surabaya Ishii Yutaka juga ikut dalam aksi kolaborasi aksara dua negara. Yang paling seru adalah menyandingkan aksara Hanacaraka dan aksara Jepang dalam satu tulisan.
Caranya, peserta Jepang menulis Hanacaraka dan peserta Surabaya menulis aksara kanji. Hasilnya dituangkan dalam satu kertas untuk dilihat bersama. Mereka pun sepakat menulis kata Jepang dalam aksara Hanacaraka dan menulis Surabaya dalam aksara Jepang.
“Inilah kolaborasi harmoni untuk mengenal lebih dekat budaya masing-masing. Perekat budaya lewat aksara Jawa dan Jepang. Orang Jepang pakai kimono nulis Hanacaraka, Surabaya pakai blankon nulis aksara Jepang,” reaksi Thony. (ADV/den)
