3 Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jawa Timur

oleh -2875 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW akan kita peringati Selasa (26/9/2023) malam sampai malam Rabu (27/9/2023).

Itu merupakan bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Di Jawa Timur, ekspresi kecintaan umat Islam pun diwujudkan dengan berbagai macam acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Mulai dari pembacaan Barzanji (riwayat hidup Nabi), ceramah keagamaan, makan bersama, serta berbagai perlombaan seperti lomba baca Alquran, lomba adzan, lomba sholawat, dan lain sebagainya.

Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW itu akhirnya menjadi beragam tradisi unik di Jawa Timur.

1. Pawai Maulid Nabi Muhammad SAW di Surabaya

Masyarakat Kampung Nelayan Nambangan, Kalikedinding, Jemurwonosari Surabaya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar pawai. Hal itu menarik perhatian masyarakat di sekitarnya.

Pawai itu biasanya diikuti oleh murid dan guru dari Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang ada di Kampung Nelayan. Bahkan, tak sedikit dari warga yang dilalui atau dilewati oleh jalur pawai itu mengapresiasi dengan melemparkan uang kepada peserta pawai.

Sedangkan di Mushola Al Ikhlas Jemurwonosari Gang Lebar Wonocolo Surabaya, tradisi unik peringatan Maulid Nabi dengan mendatangkan ceramah, melantunkan Hardah atau Samroh. Ditambah dengan mengelilingkan Pohon Uang pada undangan yang hadir. Kemudian uang itu diambil satu persatu. Suasana semakin meriah jadinya, karena berebut mengambil uang Rp 5 ribuan.

2. Tradisi Keresen di Mojokerto

Tradisi Keresen dilakukan umat Islam yang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mojokerto. Mereka menghias pohon dan menggantung berbagai hasil pertanian, pakaian, dan beberapa bungkus makanan di dahan dan ranting-ranting pohon keres.

Pohon keres atau kersen merupakan pohon yang menghasilkan buah kersen, yakni sejenis ceri yang berwarna merah kekuningan. Buahnya manis saat matang dan memiliki beragam manfaat saat dikonsumsi.

Baca Juga :  Ramai Dipadati Pengunjung, Yuk Ketahui Ritual Seblang Olehsari di Banyuwangi Ini

Melansir tulisan Prof Suprapto dalam buku Dialektika Islam dan Budaya Nusantara, pohon keres yang berbuah lebat dijadikan simbol bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa keberkahan bagi umat Islam dan umat lain di seluruh dunia. Tradisi Keresen juga menjadi simbol ungkapan rasa syukur atas lahirnya Nabi Muhammad sebagai pencerah dan pemberi jalan petunjuk untuk keselamatan manusia berupa ajaran Islam.

3. Endog-endogan di Rogojampi Banyuwangi

Endog dalam bahasa Jawa artinya telur. Ya, tradisi ini menggunakan telur untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad.

Cangkang telur dihias dengan kembang kertas dan ditancapkan ke batang pisang yang juga dihias. Mereka kemudian membawa ke masjid yang disertai dengan makanan yang ditaruh di tempeh.

Telur dan makanan itu ditukar di masjid oleh panitia. Seluruh jamaah yang hadir kebagian makanan dan telur atau endog.

Tradisi itu juga diiringi dengan pembacaan sholawat, barzanji, dan zikir serta doa-doa. Hingga sekarang, tradisi ini masih terus berlangsung. (bbs/yun)

No More Posts Available.

No more pages to load.