Gendruwo Si Penjaga Lingkungan

oleh -2713 Dilihat

Foto: kilasjatim/tqi

KILASJATIM.COM, Malang – Itu rumah tetangga saya. Bergaya klasik, dengan pintu kupu tarung dan dua jendela, kanan-kiri. Dikelilingi bermacam tanaman.

Adem, begitu kesan pertama tertangkap mata. Dulu, saat masih kecil saya takut dengan rumah itu, berasa gelap, suram, angker. Sebab sejumlah cerita seram beredar dari mulut ke mulut.

Dari adanya gendruwo penghuni pohon nangka, pocong dan mbak kunti di pagar tanaman samping rumah, hingga ndas kluntung di pohon kelapa. Konon jika langit gelap, gerimis usai magrib, ada buah kelapa jatuh dan dipungut orang lewat. Dalam gendongan, seketika berubah menjadi ndas kluntung dengan mata menyala dan tawa menakutkan.

Begitu kisah itu berulang. Sungguh meneror saya yang masih berseragam putih-merah. Takut tak terkira jika ada suara “debug” benda jatuh. Membuat ke eksotisan rumah ini menjadi menakutkan. Kepala, mata melotot merah dan suara kekehan, berputar di kepala saya. Entah, siapa yang pertama mengarang cerita seram. Yang pasti cerita itu ada.

Kini, setelah dewasa, rasa takut menyusut. Sebab, para memedi itu tak pernah menakuti saya. Semuanya menyisakan rasa kagum akan lingkungan yang terpelihara. Jika dilihat dari aplikasinya Google Earth lingkungan sekitar rumah itu, juga rumah saya masuk saya masuk kawasan hijau, sehat.

Mungkin, cerita itu sengaja dibuat. Untuk menjaga pohon nangka, cerme, kelapa, jambu, sedap malam dan apa saja. Agar tetap terpelihara. Ini pula yang membuat seorang kawan ingin membeli atau menyewa, untuk membuka warung kopi di sana.

Tetangga saya tidak menjual atau menyewakan. Sekalipun rumah itu memiliki pekarangan luas. Seluas mata memandang pohon kehijauan, yang setengahnya bisa ditempati pihak kedua. (tqi)

No More Posts Available.

No more pages to load.