Pedagang di Gresik Keluhkan Kenaikan Harga Beras dan Telur ke Gubernur Khofifah

oleh -2599 Dilihat

KILASJATIM.COM, GRESIK: Pedagang Pasar Baru Gresik mengeluhkan kenaikan harga beras dan telur Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Keluhan itu disampaikan pedagang kepada Khofifah saat melakukan sidak bersama Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Aminatun Habibah.

Salah satu pedagang sembako di pasar yang terletak di Jalan Gubernur Suryo, Erik mengatakan kenaikan beras dan telur terjadi menjelang Maulid Nabi.

Ia menyebutkan, beberapa barang dagangannya mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

“Saat ini harga beras premium harganya naik dari semula Rp 55 ribu per kilo menjadi Rp 58 perkilogram. Hal yang sama pada harga telur dari Rp 24 ribu perkilo menjadi Rp 26 ribu perkilonya,” ujarnya, Senin (17/10/2022).

Imbas kenaikan harga sembako tersebut menurutnya membuat pembeli agak sedikit sepi. Padahal, sebelum Maulid Nabi harga sembako rata-rata masih stabil.

“Yaa mau gimana lagi meski harga sembako sebagian besar naik, kami tetap berjualan untuk menyambung hidup,” jelasnya.

Mendapati keluhan dari para pedagang di Pasar Baru Gresik, Gubernur Khofifah menuturkan sidak ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi mengingat ada kenaikan harga telur dan beras.

“Dari hasil sidak harga beras dan telur yang mengalami kenaikan. Sementara untuk cabai rawit, minyak goreng, daging dan ayam potong masih dibawah harga eceran tertinggi atau HET,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, proses untuk mengendalikan harga sembako yang naik, Pemprov Jatim akan melibatkan stakeholder terkait.

Menurutnya, daerah Gresik, Sidoarjo dan Surabaya sangat potensial terjadi kerentanan harga. Untuk itu, menstabilkan harga harus dilakukan dalam waktu dekat.

“Saat saya sidak harga telur dan beras masih di atas HET. Karena itu, intervensi pasar segera kami lakukan supaya tidak terus naik,” pungkasnya. kj5

No More Posts Available.

No more pages to load.