PLN Grup Siap Wujudkan Kemandirian Budaya K3

oleh
Apel Gabungan peringatan Bulan K3 Nasional, di GKB Convex Gresik, Rabu (12/2).

KILASJATIM.COM, Gresik – PLN Grup terdiri, Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Unit Induk Pembangunan UIP Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) I & II, PLN UIT JBTB, dan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) siap mewujudkan kemandirian budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

“Keselamatan dan kesehatan kerja menghadapi semakin kompleks, diperlukan strategi pengendalian yang efektif, efisien dan inovatif dalam mencegah kecelakaan,” kata General Manager PLN UIT JBTB, Suroso saat membacakan sambutan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, pada Apel Gabungan peringatan Bulan K3 Nasional, di GKB Convex Gresik, Rabu (12/2).

Dikatakan Ida Fauziyah, terobosan dan inovasi serta pengendalian juga pengembangan SDM sangat diperlukan untuk membentuk budaya dan kemandirian dalam K3, sesuai era revolusi industry yang berbasis teknologi. “Soal nyawa dan kesehatan serta keselamatan jiwa adalah utama, karena uang bisa dicari, karir bisa dikejar, namun keselamatan dan kesehatan tak tergantikan,” ungkapnya.

BACA JUGA: PLN – PTPN X Tandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik Manfaatkan Energi Biomassa

Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan parade pasukan PLN Group Jawa Timur yang menyimulasikan pekerjaan dalam keadaan bertegangan, sentuh langsung, tegangan esktra tinggi, pemasangan konstruksi, pemeliharaan gardu induk hingga fire rescue sesuai dengan standar operating system (SOP) baku, penggunaan kelengkapan alat pelindung diri.

PLN Group juga menyerahkan 1.000 bibit tanaman kepada Bupati Gresik yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindito Putro.

“Kami memberikan apresiasi kepada PLN karena telah menerapkan SOP K3 dengan baik, sehingga kecelakaan kerja dapat diminimalisir hingga zero accident. Keselamatan dan kesehatan kerja di Kabupaten Gresik sendiri merupakan yang terbaik di Jawa Timur. Selain itu, terkait penanaman 1000 bibit pohon ini, semoga tidak hanya menyumbang oksigen tetapi juga menjadikan Gresik lebih bersih dan bebas polusi,” ungkap Eko. (kominfo/kj6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *