Lomba Film Pendek  Yayasan AHCC Pacu Anak Muda Peduli Kanker 

oleh

*Tetapkan Film Karya Siswa SMK St. Louis 1 Surabaya Juara 1

Pemenang dari kanan ke kiri juara 1 Eunoia Production dari SMK St. Louis 1 Surabaya. Juara 2 3Sinema dari SMKN 3 Surabaya dan  Juara 3 diraih Tolede Production-Firmansyah Marzuki Rahman bersama Luluk Widyasari dan Pipiet R Hidayat

 

SURABAYA, kilasjatim.com: – Salah satu strategi Yayasan Kanker Rumah Sakit Adi Husada Surabaya dalan menyuarakan kepedulian masyarakat melawan penyakit kanker dilakukan dengan menggelar lomba pembuatan film pendek (short movie) dalam ajang Xtra Short Movie Competition 2018.

Ajang yang bertema “Join Fight Against Cancer” ini mengajak masyarakat peduli pada kanker. Memberi semangat tentang pentingnya deteksi dini kanker, atau tidak boleh menyerah terhadap kanker.

Peserta yang berpartisipasi sekitar 20 terdiri dari perorangan dan ada yang tim dari Surabaya Sidoarjo dan sekitarnya serta beberapa peserta ekspatriat dari Amerika dan Afghanistan. Rata-rata dari mereka masih sekolah SMU dan perguruan tinggi.

Luluk Widyasari, Ketua panitia mengaku tidak menyangka lomba pembuatan film pendek ini mendapat respon positif dari masyarakat dan kalangan pelajar serta mahasiswa.

“Dari sekian banyaknnaskah dan film yang masuk swmuanya sesuai dengan tema yakni masalah kepedulian terhadap penyakit kanker,” kata Luluk yang akrab dipanggil Madame disela pemutaran film pendek dari 20 peserta yang masuk nominasi di Surabaya Minggu (16/9/2018)

Film berisi dukungan untuk para penderita kanker sekaligus memberi semangat pada penderita, ini diharapkan mampu menghadapi dan melawan kanker.

“Harapan kedepannya, agar semua orang dapat memahami tentang kanker dan cara menghadapinya. Keluarga maupun penderita harus tetap survive karena kanker bisa disembuhkan dan diantisipasi sejak dini,” imbuh wanita yang juga Marketing Manager AHCC.

Sebelum mengirimkan karya film pendek, para peserta terlebih dulu mendapat briefing dari dua sutradara terkenal. Yaitu Adriyanto Dewo, Best Director “Tabula Rasa” peraih piala Citra 2014 dan one of director inonibus film “LIMA” 2018; juga Wimar Herdanto, Director of “Mesin Tanah”, official selection of Singapore International, film festival 2017 and CinemAsia film festival 2018 Asterdam.

“Titik berat pernah karya film tersebut diantaranya kesesuaian durasi (3-5 menit), kesesuaian ide dengan tea, Akting (mimic dan karakter), Angle Kamera, Teknik Editing, kesesuaian usik dengan isi cerita, dan unsure yang mewakili AHCC,” imbuhnya.

Mereka yang berhasil keluar sebagai pemenang juara 1 Eunoia Production dari SMK St. Louis 1 Surabaya dengan judul film A Chocolate for My Sister berhak atas hadiah sebesar Rp 7,5 juta dan sertifikat. Juara 2 3Sinema dari SMKN 3 Surabaya dengan judul film Greatest Cure mendapatkan hadiah sebesar Rp 5 juta dan sertifikat. Juara 3 diraih Tolede Production-Firmansyah Marzuki Rahman dengan judul film Hope mendapatkan hadiah Rp 2,5 juta dan sertifikat. Film yang masuk menjadi hak panitia. (kj3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *