KONI Jatim Terapkan Visual Coaching Pro Pada Pelatih Puslatda

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: KONI Jawa Timur (Jatim) tak pernah berhenti berupaya meningkatkan prestasi para atletnya. Kali ini, upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan penerapan Visual Coaching Pro kepada pelatih Puslatda Jatim 100/IV proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua.

“Kami optimis dengan adanya program ini target yang ingin dicapai KONI Jatim menghasilkan atlet berprestasi dengan kualitas yang baik akan terwujud. Apalagi, dalam program ini para pelatih mendapat pendampingan langsung dari tim sport science dan konsultan asal Australia,” kata Direktur Sport Science KONI Jatim, Prof Toho Cholik di Kantor KONI Jatim, Jumat (7/12/2018).

Visual Coaching Pro ini, menurutnya, merupakan inovasi di bidang latihan dalam hal penyusunan program, serta pelaksanaan program pada atlet. Dengan penerapan program ini, para pelatih sudah tidak kesulitan dalam menyusun program.

“Ini inovasi yang menurut saya sangat bagus, karena sebelumnya para pelatih menyusun hanya diselembar kertas dengan waktu lama, serta kemungkinan kertas rusak atau hilang sangat besar. Sehingga, pada saat latihan akan kesulitan dalam penerapan program,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya itu, melalui Visual Coaching Pro juga akan membuat para atlet bisa mengetahui apa yang harus dilakukan. Meskipun pada saat itu pelatih berhalangan hadir.

“Program ini juga sebagai sarana pemantauan terhadap pelaksanaan program latihan yang dilakukan oleh atlet. KONI Jatim nantinya secara langsung dapat melihat progres latihan hanya melalui satu platform yang tersambung dengan seluruh cabang olahraga,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Toho itu menjelaskan dengan program ini, seluruh pelatih akan menyusun program lengkap dengan intensitas dan volumenya yang akan dilaksanakan oleh para atlet. Lalu, para atlet akan melaporkan hasil latihannya beserta evaluasi terhadap program melalui program itu.

“Nanti KONI bisa langsung tahu gimana progresnya. Kalau dia gak sampai target, atau dia tidak mengisi hasil latihan akan kita hubungi langsung. Jadi, dengan adanya ini KONI sudah bisa langsung memantau progres atlet secara real,” tuturnya. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *