TPS Tanam Harapan Lewat Pembibitan Mangrove, Dorong Ekonomi Petani Pesisir

oleh -442 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha Pelindo Terminal Petikemas, melalui program keberlanjutan bertajuk Menanam Harapan Menjaga Keberlanjutan, tidak hanya berfokus pada pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi petani mangrove yang menggantungkan hidupnya pada alam.

Bekerja sama dengan Kelompok Petani Mangrove Kompak Mandiri Lestari, TPS mendukung pembibitan sebanyak 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata. Program ini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para petani, terutama di tengah ketidakpastian pendapatan akibat perubahan musim dan tekanan lingkungan pesisir.

Bagi para petani, kegiatan pembibitan mangrove bukan sekadar aktivitas pelestarian lingkungan, melainkan juga ruang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Setiap tahapan, mulai dari pengumpulan propagul, proses pembibitan, perawatan harian, hingga pemantauan pertumbuhan, memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja berbasis kearifan lokal.

Salah satu anggota Kelompok Kompak Mandiri Lestari, Moch. Toha, merasakan langsung manfaat dari program tersebut. Sebagai nelayan pesisir yang penghasilannya sangat bergantung pada kondisi cuaca, ia kerap menghadapi ketidakpastian ekonomi.

“Kalau melaut tidak selalu bisa setiap hari. Dengan pembibitan mangrove, kami tetap punya penghasilan. Hasilnya bisa membantu biaya sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari. Kami merasa lebih tenang karena ada pekerjaan yang berkelanjutan,” tutur Toha saat merawat bibit mangrove di lokasi persemaian, Surabaya, Senin (12/1/2026).

Ketua Kelompok Kompak Mandiri Lestari, Shodiq Machfudz, menambahkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga di kalangan petani mangrove.

“Kami merasa dipercaya dan dilibatkan sebagai mitra. Mangrove yang kami rawat bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari masa depan keluarga kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Komitmen Wujudkan Eco Tourism, Lepas 350 Ekor Tukik dan Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Kabupaten Trenggalek

TPS memastikan seluruh proses pembibitan dilakukan secara profesional dengan standar yang jelas serta pendampingan teknis berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya menjamin kualitas bibit, tetapi juga meningkatkan keterampilan serta kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menegaskan bahwa keberhasilan program mangrove tidak semata diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari dampak nyata terhadap kehidupan petani.

“Bagi TPS, keberlanjutan sejati adalah ketika lingkungan pulih dan masyarakatnya sejahtera. Kami ingin petani mangrove merasakan manfaat langsung, memiliki pendapatan yang lebih baik, keterampilan yang meningkat, dan masa depan yang lebih pasti,” jelas Erika.

Selain berfungsi sebagai benteng alami terhadap abrasi dan penyerap karbon biru, mangrove juga memiliki nilai ekonomi jangka panjang apabila dikelola secara berkelanjutan. Program pembibitan ini membuka peluang bagi petani untuk terlibat dalam rantai nilai restorasi pesisir sekaligus memperkuat peran mereka sebagai penjaga ekosistem dan pelaku ekonomi hijau.

Ditargetkan siap tanam pada April 2026, bibit mangrove hasil pembibitan ini akan didistribusikan untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir Surabaya serta wilayah lain yang membutuhkan. TPS juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, dengan menempatkan petani mangrove sebagai mitra utama pelaksanaan program.

“Keberlanjutan bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi membangun kehidupan yang lebih baik. Melalui pembibitan mangrove ini, TPS ingin menumbuhkan ekosistem yang sehat sekaligus ekonomi masyarakat pesisir yang lebih tangguh dan bermartabat,” tutup Erika.(pur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.