Pemkab Bojonegoro Siapkan Operasi Pasar dan Pengawasan Harga Jelang Nataru

oleh -533 Dilihat
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, memimpin rapat koordinasi TPID, untuk memastikan harga dan ketersediaan sembako jelang Nataru. (Foto: Pemkab/Humas)

KILASJATIM.COM, Bojonegoro – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran. Langkah ini digerakkan melalui rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berlangsung pada Selasa (4/11/2025).

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan koordinasi lintas instansi menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. “Kita harus memastikan stok kebutuhan pokok tetap aman dan harga terkendali. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan barang atau harus membayar lebih mahal,” ujarnya.

Sukaemi, Staf Ahli Bupati Bojonegoro, menjelaskan pemerintah daerah akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pertamina, distributor bahan pokok, hingga pelaku usaha. Menurutnya, kelancaran distribusi menjadi faktor utama agar tidak terjadi kelangkaan. “Koordinasi ini penting untuk menjaga kelancaran distribusi dan mencegah kelangkaan di pasaran,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Bojonegoro akan menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di sejumlah titik. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro. Komoditas yang difokuskan antara lain beras, telur, dan minyak goreng, dengan jadwal yang disebar ke berbagai wilayah untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Selain OPM, TPID dan Dinas Perdagangan akan melakukan pengawasan harga kebutuhan pokok secara berkala di pasar tradisional hingga ritel modern. “Jika ditemukan harga melebihi ketentuan, kami tidak segan memberikan teguran atau rekomendasi pencabutan izin usaha,” ujar Kepala Dinas Perdagangan.

Pemkab Bojonegoro juga bekerja sama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk memastikan kecukupan stok dan kelancaran suplai bahan pangan.

Baca Juga :  Bintang Beverly Hills Shannen Doherty Meninggal di Usia 53 Tahun

“Kami berharap langkah ini dapat menjaga stabilitas ekonomi lokal, sehingga masyarakat Bojonegoro dapat merayakan Nataru dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga kebutuhan pokok,” kata Nurul Azizah.(had)

No More Posts Available.

No more pages to load.