KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase 1 akan memasuki tahap peletakan batu pertama atau ground breaking pada 2027. Proyek ini disiapkan sebagai solusi transportasi publik di kawasan aglomerasi Surabaya Raya.
Kepastian itu disampaikan Khofifah saat menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
“Transportasi publik di kawasan aglomerasi Surabaya memang harus dicarikan solusi. Insya Allah pada 2027 akan dilakukan ground breaking,” ujar Khofifah dalma keterangannya yang diterima, Sabtu (10/1/2026).
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa yang selama ini menjadi mitra strategis pembangunan Jawa Timur, khususnya melalui KfW Development Bank dalam pengembangan SRRL Fase 1 rute Gubeng–Wonokromo–Sidoarjo.
Menurut Khofifah, kehadiran SRRL diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, menekan biaya transportasi, sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat yang beraktivitas di kawasan Surabaya Raya.
Secara perencanaan, proyek SRRL telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029 dan sebelumnya masuk dalam Blue Book Bappenas 2020–2024. Pada 30 Juni 2025, Pemprov Jatim menandatangani perjanjian pinjaman senilai 297 juta euro dengan KfW Development Bank untuk mendukung realisasi proyek tersebut.
SRRL dirancang mencakup elektrifikasi dan jalur ganda sepanjang sekitar 22 kilometer di Surabaya. Jalur ini diproyeksikan mampu melayani lebih dari 200 ribu penumpang per hari serta memberi manfaat bagi sekitar 1,3 juta penduduk pada dua tahun awal operasional.
Duta Besar Jerman Ralf Beste menyatakan komitmen negaranya mendukung pembangunan transportasi publik dan pengendalian perubahan iklim di Jawa Timur. Ia menyebut Jatim dan Surabaya sebagai wilayah dengan peran strategis di Indonesia.
“Kami siap mendukung Jawa Timur dan Surabaya sebagai salah satu daerah dengan pengaruh besar sekaligus game changer di Indonesia,” ujarnya.
Senada, Head of Cooperation Delegation of the European Union to Indonesia Jerome Pons menegaskan komitmen Uni Eropa melalui strategi Global Gateway untuk memperkuat investasi cerdas dan berkelanjutan di sektor transportasi, energi, kesehatan, pendidikan, dan penelitian.(cit)









