BEI Catatkan Pertumbuhan Investor di Jatim Capai 62 persen Melebihi Nasional

oleh

Kepala Perwakilan BEI Jawa Timur Dewi Sriana.

KILASJATIM.COM, Surabaya –  Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, mencatatkan pertumbuhan investor pasar modal mengalami peningkatan.
Pada Agustus 2021 jumlah investor mencapai 360.314 atau mengalami kenaikan hingga 62 persen.Peningkatan itu cukup signifikan dibandingkan sebelumnya dan kenaikannya melebihi nasional.

Kepala Perwakilan BEI Jawa Timur Dewi Sriana melalui Trainer BEI Jatim,  Asikin Ashar mengatakan pada tahun 2020 jumlah investor hanya tumbuh 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Di tahun 2021 justru di saat pandemi, penambahan jumlah investor naik cukup besar hingga 62 persen,” ujar Asikin melalui virtual Selasa (28/09/2021)

Dari total jumlah investor hingga Agustus 2021 jumlah 360.414 SID di Jatim ada 10 Kota dengan SID terbesar, dimana kontribusi terbesar ada di Kota Surabaya sebanyak 98.142, disusul Kota Malang 39.143, Sidoarjo 32.532, Kediri 18.130 SID, Gresik 13.447, Madiun 10.753, Banyuwangi 10.178, Mojokerto 9.991, dan Blitar 9.706 SID.

Kalangan milenial juga sudah mulai mendominasi. Bahkan ibu rumah tangga dan kalangan milenial juga mulai bergerak untuk menjadi investor.

“Investor milenial itu pertumbuhannya bisa 85 persen sehingga membuat pasar menjadi labil. Labil itu bisa bergerak positif, bisa juga negatif,” paparnya.

Ditambahkan Asikin, penambahan investor ini disebabkan digencarkan ya digitalisasi juga edukasi secara terus menerus kepada masyarakat dan berbagai kesempatan . Selain itu juga adanya kemudahan kepada investor yang baru sehingga mereka tidak merasa kesulitan untuk ikut bertransaksi.

Trainer BEI Jatim,  Asikin Ashar.

Sementara itu Dewi Sriana menambahkan, berkembangnya jumlah investor ini juga tidak terlepas dari banyaknya Galeri Investasi (GI) yang sampai saat ini berjumlah 69. Dari jumlah itu 60 GI konvensional, 8 GI Syariah dan 1 GI Edukasi.

“Kehadiran GI ini otomatis bisa membuat para calon investor belajar lebih dalam tentang investasi di pasar modal,” jelas Ana panggilan akrabnya.

Saat ini jumlah emiten dari Jawa Timur berjumlah 60. Perusahaan yang go public itu masih berlokasi di Surabaya dan Malang dengan rincian 46 di Surabaya, 12 di Malang, 1 di Jember, dan 1 di Situbondo. Sementara jumlah aset manajemen di Jatim ada 11 aset manajemen, dan 41 emiten

“Ke depan kita akan terus kembangkan agar lebih banyak lagi emiten dari Jatim. Agar lebih maju lagi,” ungkapnya.

BEI berharap emiten dari Jawa Timur bisa lebih meningkat lagi harga sahamnya sehingga bisa menarik investor untuk memiliki sahamnya.”Terutama kami ingin, saham dari emiten di Jatim ini bisa dimiliki orang-orang Jatim sehingga keuntungannya bisa dinikmati orang Jatim,” pungkas Ana. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *