KILASJATIM.COM, Bondowoso – Kesenian tradisional Singo Ulung mewarnai penyambutan Tim Surveior Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS-DHP) di RSUD dr. H. Koesnadi (RSDK) Bondowoso, Rabu (21/10/2026). Penampilan seni khas daerah tersebut menghadirkan suasana meriah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bondowoso kepada tim surveior.
Di balik kemeriahan penyambutan itu, RSDK tengah menjalani tahapan penting untuk mengevaluasi dan memperkuat mutu pelayanan kesehatan melalui proses re-akreditasi rumah sakit.
Singo Ulung menjadi simbol kebanggaan terhadap warisan budaya lokal yang tetap dijaga keberlangsungannya. Kehadirannya memberikan sentuhan khas dalam agenda re-akreditasi, sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna A., Sp.P., FISR, menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Tim Surveior LARS-DHP atas kehadiran serta pendampingan yang diberikan kepada rumah sakit.
Ia menegaskan, RSDK terbuka terhadap kritik, saran, dan rekomendasi dari tim surveior sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masa mendatang.
Keterbukaan tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus berbenah, memastikan standar pelayanan diterapkan secara konsisten, serta memperkuat keselamatan pasien dalam setiap proses pelayanan.
Tim surveior yang hadir terdiri atas dr. Indah Sri Lestari, M.M.R.S., FISQua selaku ketua tim, bersama dr. Erawati Armayani, Sp.PK., dan Sulistyorini, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua sebagai anggota.
Dalam rangkaian re-akreditasi, tim melakukan penelusuran ke berbagai unit pelayanan dan unit pendukung, wawancara dengan petugas, serta penelaahan dokumen, rekam medis, dan kelengkapan laporan. Pemeriksaan tersebut bertujuan mendapatkan gambaran mengenai penerapan standar pelayanan dan kesiapan rumah sakit dalam menjaga mutu layanan.
Bagi RSDK, proses re-akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan momentum untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki sekaligus mempertahankan praktik pelayanan yang telah berjalan baik.
Keterlibatan seluruh jajaran rumah sakit menjadi faktor penting dalam memastikan setiap masukan dapat ditindaklanjuti melalui perbaikan berkelanjutan. Dengan begitu, peningkatan mutu tidak hanya menjadi target saat survei berlangsung, tetapi juga bagian dari budaya kerja sehari-hari.
Melalui perpaduan penyambutan bernuansa budaya dan keseriusan menjalani re-akreditasi, RSDK Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien.
Semangat melestarikan Singo Ulung sekaligus memperkuat kualitas layanan kesehatan diharapkan menjadi bagian dari upaya RSDK dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga Bondowoso.(wan)
