KILASJATIM.COM, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat, melalui kegiatan open house satu tahun Sekolah Rakyat yang digelar serentak di 182 titik di seluruh Indonesia, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk melihat langsung proses pendidikan, pengembangan karakter, serta berbagai fasilitas yang disediakan bagi siswa Sekolah Rakyat. Program tersebut dirancang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Pembukaan open house dipimpin Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat, secara daring dan luring.
Dalam sambutannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa kegiatan tersebut melibatkan seluruh penyelenggara Sekolah Rakyat yang tersebar di 182 titik di Indonesia.
“Saya ditemani Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Pak Agus Jabo Priyono beserta Pak Sekjen, Pak Hasan Chabibie dan jajaran Kementerian Sosial yang lain bersama-sama di sini dengan Bapak Ibu sekalian yang terhubung dengan 182 titik penyelenggaraan Sekolah Rakyat di mana hari ini 17 Oktober kita semua menyelenggarakan open house serentak di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Gus Ipul menyebut kegiatan tersebut terasa istimewa karena bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto. Ia pun mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi kepala negara.
“Kita semua mengucapkan selamat hari ulang tahun untuk Bapak Presiden dengan iringan doa semoga panjang umur, sehat, penuh berkah, dan sukses memimpin Indonesia,” ucapnya.
Sekolah Rakyat Jangkau Lebih dari 44.000 Anak di 34 Provinsi
Gus Ipul mengungkapkan rasa syukur karena gagasan besar Presiden Prabowo Subianto melalui program Sekolah Rakyat mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Salah satu indikator perubahan tersebut terlihat dari kepercayaan diri para siswa ketika tampil di hadapan publik. Menurutnya, banyak siswa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan ekonomi, pernah putus sekolah, kehilangan kepercayaan diri, bahkan hampir kehilangan harapan.
Namun, melalui pendidikan dan pendampingan yang diberikan, para siswa mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Tetapi hari ini kita menyaksikan perubahan,” katanya.
Dari sisi jangkauan, program Sekolah Rakyat juga mengalami perkembangan sejak pertama kali diluncurkan pada 2025. Hingga saat ini, lebih dari 44.000 anak telah belajar di 182 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar. Program ini juga menghadirkan rehabilitasi sosial untuk membantu membangun karakter, memulihkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan harapan bagi anak-anak dari keluarga yang menghadapi berbagai keterbatasan.
Dengan pendekatan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperoleh kesempatan yang lebih luas dalam meraih cita-cita.
Kemensos Ajak Masyarakat Ikut Mengawasi Sekolah Rakyat
Meski menunjukkan perkembangan positif, Gus Ipul mengakui bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat masih menghadapi berbagai tantangan. Sejumlah kekurangan perlu diperbaiki agar kualitas pendidikan dan pendampingan bagi siswa semakin baik.
Karena itu, kegiatan open house digelar untuk membuka akses masyarakat agar dapat melihat langsung kehidupan para siswa dan aktivitas di lingkungan sekolah.
“Karena itulah hari ini kita membuka pintu seluruh Sekolah Rakyat melalui Open House di seluruh Indonesia. Kita mengundang para kepala daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga sekitar untuk datang, melihat, mengenal, dan ikut merasakan kehidupan anak-anak kita di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Gus Ipul juga meminta dukungan, masukan, doa restu, serta pengawasan dari berbagai pihak untuk memastikan siswa mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang baik, termasuk mengantisipasi berbagai risiko selama program berlangsung.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian bersama dari masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
Gus Ipul turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program pendidikan tersebut.
Siswa Sekolah Rakyat Pamerkan Karya dan Prestasi
Suasana open house di SRMA 13 Bekasi berlangsung meriah. Sebelum pembukaan acara, Gus Ipul disambut atraksi baris-berbaris variasi dan yel-yel yang dibawakan para siswa Sekolah Rakyat.
Di sepanjang koridor menuju aula, rombongan juga melihat beragam hasil karya siswa. Karya tersebut meliputi kerajinan tangan dari bahan daur ulang, sabun, robotik smart home, miniatur kapal fire fighting, pojok literasi, hingga produk telur asin.
Para siswa kemudian menunjukkan kemampuan mereka melalui beragam pertunjukan di atas panggung. Mulai dari tarian Nusantara, seni bela diri silat, paduan suara, pidato dalam empat bahasa asing, hingga pembacaan puisi.
Menariknya, sejumlah penampilan siswa disisipi ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Prabowo Subianto. Ungkapan tersebut menjadi bentuk apresiasi para siswa terhadap hadirnya kesempatan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
“Selamat ulang tahun Bapak Presiden, terima kasih sudah membuka pintu yang dahulu tak pernah berani kami ketuk,” demikian salah satu ungkapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian penampilan itu sekaligus memperlihatkan upaya Sekolah Rakyat dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian tampil di depan umum.
Tinjau Laboratorium dan Fasilitas Sekolah Rakyat
Setelah rangkaian pertunjukan, kegiatan open house dilanjutkan dengan peninjauan berbagai fasilitas pendidikan di SRMA 13 Bekasi. Gus Ipul dan rombongan melihat laboratorium Fisika, Kimia, dan Biologi, serta menyaksikan kegiatan belajar mengajar yang dipandu Kepala Sekolah SRMA 13 Bekasi, Lastri Fajarwati.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran siswa Sekolah Rakyat.
Dalam penutup sambutannya, Gus Ipul menyampaikan pesan tentang pentingnya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik.
Ia menggambarkan bagaimana kemiskinan dan keterbatasan dapat membuat anak kehilangan keberanian untuk bercita-cita. Namun, melalui kesempatan pendidikan yang terbuka, anak-anak diharapkan tidak hanya berani bermimpi, tetapi juga mampu berjuang untuk mewujudkannya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos M. Hasan Chabibie, Staf Ahli Menteri Afrizon Tanjung, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media Massa Fathurohman Taufik, Tenaga Ahli Menteri Galih Hidayatullah dan Agustinus Budi Prasetyo, Kepala Biro Humas Devi Deliani, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Melalui kegiatan open house serentak di 182 titik, Kemensos berharap masyarakat semakin mengenal program Sekolah Rakyat dan turut mengambil bagian dalam mendukung keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.(ara)
