Bupati Sragen Apresiasi PG Mojo, PT SGN Perkuat Komitmen ESG dan Kesejahteraan Petani Tebu

oleh -32 Dilihat
Bupati Sragen Sigit Pamungkas (kedua dari kanan) bersama Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi (tengah) berfoto bersama usai pertemuan di Ruang Bupati Sragen, Jawa Tengah, Kamis (9/10/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan PT SGN dalam mendukung kesejahteraan petani tebu. (ist/dok) 

KILASJATIM. COM, Sragen — Kontribusi pabrik gula tidak hanya diukur dari produksi gula, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan petani dan masyarakat di sekitarnya. Hal ini menjadi perhatian dalam apresiasi Bupati Sragen terhadap peran Pabrik Gula (PG) Mojo, unit usaha PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN), dalam mendukung ekosistem pergulaan dan perekonomian daerah.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat peran pabrik gula sebagai bagian dari ekosistem pergulaan nasional, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para pemangku kepentingan.

“Bagi PT SGN, keberhasilan industri gula tidak hanya dilihat dari capaian produksi, tetapi juga dari bagaimana keberadaan pabrik mampu memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kemitraan dengan petani tebu terus diperkuat sehingga tercipta hubungan yang saling mendukung dan berkelanjutan,” ujar Mahmudi.

Menurutnya, petani tebu merupakan bagian penting dalam rantai pasok industri gula. Karena itu, keberlanjutan operasional pabrik perlu berjalan beriringan dengan upaya memperkuat kemitraan, meningkatkan produktivitas tebu, serta menjaga kepercayaan para petani.

Keberadaan PG Mojo dinilai memiliki peran strategis bagi para mitra petani tebu di Sragen. Melalui aktivitas penggilingan tebu, pabrik gula menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani, membuka peluang ekonomi, serta menggerakkan aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan industri gula.

Apresiasi tersebut sejalan dengan komitmen PT SGN untuk memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Bagi PT SGN, keberlanjutan industri gula tidak terlepas dari kemampuan perusahaan untuk tumbuh bersama petani dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT SGN, Yunianta, menyampaikan bahwa penguatan kontribusi sosial perusahaan perlu didukung oleh program yang terarah, terukur, dan selaras dengan kebutuhan di lapangan.

Baca Juga :  Dari Rumah Hampir Roboh Jadi Layak Huni, Warga Nganjuk Rasakan Dampak Program Rutilahu Jatim

“Komitmen ESG perlu diwujudkan melalui langkah nyata, bukan sekadar menjadi prinsip perusahaan. Kami mendorong agar program-program yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat, dengan pelaksanaan serta capaian yang terukur. Dengan demikian, keberadaan PG Mojo dapat terus memberikan kontribusi positif bagi daerah,” kata Yunianta.

Salah satu upaya yang dapat mendukung tujuan tersebut adalah penguatan program CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi), sesuai dengan skema program yang dijalankan perusahaan. Penetapan sasaran dan lokasi program secara tepat diharapkan membantu memastikan pelaksanaan kegiatan lebih efektif, sekaligus memudahkan pemantauan realisasi dan evaluasi manfaatnya bagi petani.

Ke depan, PT SGN berupaya menjaga keseimbangan antara kinerja operasional, penguatan kemitraan petani, kepedulian terhadap lingkungan, serta tata kelola perusahaan yang baik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun industri gula yang tidak hanya produktif dan kompetitif, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui PG Mojo, PT SGN berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, petani, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, industri gula diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus mendukung penguatan ketahanan gula nasional. (nov)