3 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Luka Bakar hingga 25 Persen

oleh -28 Dilihat
Oleh
Redaksi
Reporter
Foto: Ist

KILASAJTIM.COM, Surabaya – Tiga korban ledakan rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, menjalani operasi setelah mengalami luka bakar hingga 25 persen. Ketiganya kini masih mendapat perawatan dan pemantauan intensif di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengatakan ketiga korban mengalami luka bakar sekitar 20-25 persen. Luka terdapat pada bagian wajah, kepala, leher, dada hingga anggota gerak.

Tim medis juga mencurigai ketiganya mengalami trauma inhalasi atau blast injury akibat ledakan.

“Tim medis mencurigai adanya inhalasi atau blast injury,” kata Cita dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).

Ketiga korban terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki. Pasien perempuan diterima di IGD RSUD Dr Soetomo sekitar pukul 10.00 WIB, sedangkan dua pasien laki-laki tiba sekitar pukul 11.45 WIB pada Selasa (6/10).

Ketiganya langsung menjalani operasi pada hari yang sama.

Setelah operasi, ketiga pasien dipindahkan ke Ruang Observasi Intensif (ROI) pascaoperasi. Mereka dipantau secara ketat, terutama perkembangan luka bakar, fungsi pernapasan, dan kondisi umum.

Cita mengatakan kondisi pasien akan terus dipantau sesuai perkembangan medis.

“Informasi mengenai kondisi pasien akan terus diperbarui sesuai perkembangan medis dan tetap memperhatikan ketentuan mengenai kerahasiaan informasi pasien,” ujarnya.

Ledakan terjadi di rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan ruko San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, pada Selasa (6/10) pagi.

Ledakan diduga berkaitan dengan kebocoran pipa tabung LPG 50 kilogram. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah bangunan ruko dan rumah di sekitar lokasi serta kendaraan mengalami kerusakan. (cit)

Baca Juga :  2 Korban Ledakan Pakuwon City Alami Luka Bakar hingga 31 Persen