Teknik Advanced Reverse dr. Junivan Lindra Hadirkan Pendekatan Baru Atasi Pipi Turun dan Wajah Menua

oleh -316 Dilihat
Oleh
Sekar Arum

KILASJATIM.COM, Surabaya – Bertambahnya usia membawa perubahan pada wajah. Pipi mulai tampak turun, wajah terlihat lebih lelah, sementara garis senyum semakin dalam. Kondisi tersebut menjadi salah satu keluhan yang banyak dirasakan seiring proses penuaan.

Fenomena itu dibahas dr. Junivan Lindra, M.Biomed (AAM), yang dikenal sebagai “Bapak Benang Indonesia”, dalam ajang EASWAM 2026 di Dyandra Convention Hall Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Junivan memaparkan materi bertajuk “Rebuilding Facial Support with Advanced Reverse Technique”, yang membahas pendekatan untuk mengembalikan penyangga wajah melalui pengembangan teknik thread lift.

Menurut dr. Junivan, perubahan wajah akibat penuaan dapat dipahami dengan perumpamaan sebuah rumah. Ligamen atau jaringan penyangga di bawah kulit diibaratkan sebagai tembok, sedangkan kulit bagian luar merupakan atap rumah.

“Seiring bertambahnya usia, tembok ini tidak lagi kuat dan akhirnya runtuh. Itulah sebabnya kulit kita ikut turun dan sagging,” jelas dr. Junivan.

Proses penuaan wajah tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi kulit. Menyusutnya bantalan lemak di area pipi, berkurangnya elastisitas kulit, serta perubahan struktur tulang wajah juga ikut menyebabkan perubahan kontur wajah.

Akibatnya, area pipi atau midface kehilangan penyangga. Pipi dapat terlihat lebih kempis, garis senyum semakin dalam, area bawah mata tampak cekung, dan bagian bawah wajah terlihat lebih berat.

Keluhan tersebut, kata dr. Junivan, paling sering dirasakan oleh kelompok usia 50 tahun ke atas.

Advanced Reverse Technique Bangun Kembali Penyangga Wajah

Untuk mengatasi perubahan tersebut, dr. Junivan mengembangkan Advanced Reverse Technique, sebuah pengembangan dari prosedur thread lift atau pengangkatan wajah menggunakan benang halus yang dapat terserap tubuh.

Berbeda dari pendekatan thread lift konvensional, teknik ini merancang arah tarikan benang berlawanan dengan arah turunnya jaringan wajah.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Tahun Baru 2026 dari Lokasi Pengungsian di Tapanuli Selatan

Jika kembali menggunakan analogi rumah, jaringan yang telah bergeser akibat proses penuaan diarahkan kembali menuju posisi semula sehingga penyangga wajah dapat bekerja lebih optimal.

Dalam pengembangan teknik tersebut, dr. Junivan menggunakan Croquis, benang PDO premium dari Korea yang didistribusikan oleh STI.

Struktur benang yang kuat dan daya angkat yang optimal disebut mendukung proses lifting jaringan wajah sekaligus membantu menstimulasi produksi kolagen.

Pemilihan benang tersebut menjadi bagian dari pendekatan untuk mendapatkan efek lifting dengan tampilan wajah yang tetap natural. Croquis disebut telah memperoleh CE Approved dan terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dalam pemaparannya, dr. Junivan menjelaskan sejumlah manfaat yang diharapkan dari penggunaan Croquis dalam teknik Advanced Reverse, antara lain membantu mengangkat area pipi yang turun sehingga volume pipi terlihat lebih terangkat.

Selain itu, garis senyum di sekitar hidung dan mulut dapat tampak lebih tersamar. Arah lifting yang dirancang sesuai struktur wajah juga ditujukan agar wajah tidak terlihat tertarik secara berlebihan ke samping.

Dengan demikian, ekspresi wajah diharapkan tetap terlihat luwes dan karakter wajah pasien tetap terjaga.

Tidak Hanya Mengangkat, tetapi Juga Merangsang Kolagen

Menurut dr. Junivan, benang yang ditanam pada prosedur thread lift tidak hanya berfungsi memberikan efek pengangkatan jaringan.

Proses tersebut juga dapat memberikan stimulasi terhadap produksi kolagen dan elastin. Stimulasi ini membantu meningkatkan kepadatan dan kualitas kulit sehingga perubahan yang diharapkan bukan hanya pada posisi jaringan wajah, tetapi juga pada tampilan kulit.

Pendekatan tersebut membuat hasil akhir diarahkan agar wajah terlihat lebih segar dan muda tanpa menghilangkan karakter alami pasien.

Namun, dr. Junivan menegaskan bahwa prosedur estetika tetap harus mengutamakan aspek keamanan dan ketepatan pemilihan pasien.

Baca Juga :  450 Nakes Siap Berangkat Pekan Ini ke Wilayah Terdampak di Aceh dan Sumatra

Sebelum tindakan dilakukan, dokter perlu memahami anatomi dan struktur wajah secara menyeluruh, mengevaluasi riwayat kesehatan pasien, menjelaskan prosedur secara terbuka, serta mendokumentasikan kondisi sebelum dan sesudah tindakan.

Advanced Reverse Technique, lanjutnya, lebih sesuai bagi pasien dengan kondisi kulit kendur ringan hingga sedang, kualitas kulit yang masih cukup baik, serta memiliki keinginan untuk mendapatkan tampilan wajah yang lebih segar secara natural.

Sementara itu, untuk kondisi wajah dengan tingkat kekenduran yang lebih berat, dokter perlu mempertimbangkan pilihan tindakan lain yang lebih sesuai dengan kondisi pasien.

“Kalau temboknya sudah kembali kuat, atapnya pun ikut terangkat dengan sendirinya. Karena itu hasilnya terlihat natural: pasien tetap menjadi dirinya sendiri, hanya saja lebih segar dan lebih muda,” ujar dr. Junivan Lindra, M.Biomed (AAM).

Melalui pemaparan di EASWAM 2026 Surabaya, pendekatan Advanced Reverse Technique menjadi salah satu perkembangan dalam dunia estetika yang menempatkan struktur penyangga wajah sebagai bagian penting dalam menangani perubahan akibat penuaan. (ara)