Jurnal Untag Disiapkan Hadapi Akreditasi Digital

oleh -378 Dilihat
Oleh
J Totok Sumarno

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperkuat tata kelola jurnal ilmiah sekaligus mempersiapkan pengelola menghadapi proses akreditasi di tengah tuntutan sistem digital. Upaya itu dibahas dalam Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah yang digelar LPPM Untag Surabaya.

Workshop yang berlangsung hybrid dari Auditorium Lantai 6 Gedung R. Ing Soekonjono tersebut melibatkan pengelola jurnal dan dosen dari Untag Surabaya serta Untag Semarang, Banyuwangi, Jakarta, Cirebon, dan Samarinda. BRIN hadir sebagai salah satu narasumber.

Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T. mengatakan, jurnal ilmiah tidak hanya menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga bagian dari reputasi akademik perguruan tinggi. “Di era digital, teknologi kecerdasan buatan hadir sebagai alat yang dapat membantu mempercepat proses editorial, meningkatkan akurasi dalam plagiarism check, serta mendukung analisis data bibliometrik. Namun, pemanfaatannya harus dengan penuh tanggung jawab berdasarkan etika dan integritas akademik,” terang Harjo.

Ketua LPPM Untag Surabaya Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA. menyebut workshop tersebut menjadi bagian dari monitoring dan penyegaran tata kelola jurnal. Kegiatan serupa direncanakan digelar rutin setiap tahun. “Agenda hari ini kami jadikan sebagai bagian monitoring untuk menyegarkan kembali terkait pengelolaan jurnal yang telah kita miliki. Dan rencananya akan kami adakan tiap tahunnya,” kata Slamet.

Slamet menambahkan, evaluasi juga diarahkan untuk menghadapi reakreditasi. Pengalaman sebelumnya, termasuk laman jurnal yang sempat diretas, menjadi perhatian agar tidak menghambat proses penilaian.

Pengelola platform Sinta, Arjuna, Garuda, dan Rama, Dewa Made Raditya Agung Sedana, M.M., mengingatkan pengelola agar memastikan laman jurnal selalu aktif selama proses akreditasi. “Ketika web jurnal down, maka editor pun tidak dapat mengakses saat verifikasi awal dan langsung dikategorikan gugur,” tegas Dewa.

Baca Juga :  Untag Kirim 11 Mahasiswa Bantu Korban Gempa Manggarai Timur

Dewa juga menyampaikan bahwa sejak Januari 2026 pengurusan e-ISSN telah beralih dari BRIN ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan dilakukan secara online.

Sementara itu, Asesor Arjuna sekaligus Editor Jurnal Scopus Dr. Tinton D. Atmaja, Ph.D. menekankan pentingnya kesesuaian identitas jurnal dengan database ISSN Perpusnas serta kesiapan akun asesor. “Nama jurnal dan penerbit harus sesuai dengan data di database ISSN Perpusnas. Jika ada perubahan nama atau penerbit, wajib koordinasi dengan Perpusnas terlebih dahulu,” papar Tinton.

Ia juga mengingatkan, akun yang digunakan asesor harus aktif dan memiliki akses sebagai editor agar proses evaluasi dapat berjalan.(tok)