Gaya Hidup Buruk Picu Serangan Jantung Usia Muda

oleh -43 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Serangan jantung kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia muda, termasuk mereka yang berusia di bawah 40 tahun. Gaya hidup tidak sehat, mulai dari kebiasaan merokok, obesitas, pola makan buruk hingga kurang istirahat, menjadi sejumlah faktor yang meningkatkan risikonya.

Dokter Spesialis Jantung RS Premier Surabaya, dr. Christian Pramudita Budianto, Sp.JP, mengatakan kebiasaan merokok dengan intensitas tinggi yang disertai gaya hidup tidak sehat menjadi salah satu pemicu utama pada kelompok usia tersebut. “Rokok dengan intensitas tinggi, disertai gaya hidup tidak sehat seperti obesitas menjadi penyebab paling sering pada usia di bawah 40 tahun,” terang dr. Christian.

Menurutnya, pola konsumsi juga perlu diperhatikan. Kopi hitam tanpa tambahan gula atau krimer mengandung antioksidan, tetapi konsumsi kopi yang disertai gula, krimer, susu kental manis, serta camilan tinggi kalori dapat meningkatkan asupan gula dan kalori. “Yang jahat itu kalau kopi dicampur gula, krimer, dan susu kental manis. Pendamping kopi seperti pisang goreng juga menaikkan kadar gula darah pemicu serangan jantung,” ujarnya.

Faktor lain adalah kurang tidur dan stres yang berlangsung terus-menerus. Kombinasi tekanan psikologis, kurang istirahat, serta gaya hidup buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung. “Kurangnya istirahat, akumulasi stres, ditambah gaya hidup buruk menyebabkan terjadinya serangan jantung. Jadi bukan semata-mata stres karena pekerjaan banyak lalu langsung terkena serangan,” tambah dr. Christian.

Dr. Christian mengingatkan masyarakat, terutama anak muda, agar tidak mengabaikan nyeri dada yang muncul saat atau setelah aktivitas fisik. Keluhan tersebut dapat menjadi tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut. “Nyeri dada karena sakit jantung itu sensasinya seperti ditindih barang berat. Jangan meremehkan hal ini, apalagi jika terjadi saat atau setelah beraktivitas fisik,” tegasnya.

Baca Juga :  BMKG Jelaskan Penyebab Suhu Panas Ekstrem di Indonesia: Kombinasi Gerak Semu Matahari dan Monsun Australia

Ia juga menganjurkan olahraga rutin dengan intensitas yang terukur. Bagi mereka yang menjalani olahraga berintensitas tinggi, pemeriksaan medis berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi jantung. “Orang dengan rutinitas olahraga intensitas tinggi seperti voli atau lari wajib melakukan medical check up. Serangan jantung bisa muncul mendadak seusai aktivitas fisik,” paparnya.

RS Premier Surabaya menyediakan layanan diagnostik dan intervensi jantung, mulai dari pemeriksaan pembuluh koroner, pemasangan stent atau ring jantung, hingga berbagai prosedur untuk menangani gangguan irama jantung dan kelainan pembuluh darah.

Layanan jantung RS Premier Surabaya juga masuk dalam daftar Best Specialized Hospitals Asia Pacific 2026. Layanan cardiac surgery atau bedah jantung berada di peringkat ke-67 Asia Pasifik dan tercatat sebagai peringkat pertama di Indonesia. “Fasilitas kami di RS Premier Surabaya sangat lengkap mulai CT scan hingga pemasangan ring jantung,” pungkas dr. Christian.(tok)