Pelatihan Disabilitas Jatim Tak Berhenti di Kelas, Disiapkan Masuk Dunia Kerja

oleh -24 Dilihat
Oleh
Redaksi
Reporter
atim Dorong 32 Penyandang Disabilitas Masuk Sektor Formal. (Foto: Ist)

KILASJATIM.COM, Surabaya — Sebanyak 32 penyandang disabilitas di Jawa Timur mendapat pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha. Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta, tetapi juga membuka akses mereka ke sektor kerja formal.

Program tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Di Jawa Timur, pelaksanaannya dilakukan di Surabaya dan Lumajang.

Sebanyak 16 peserta mengikuti program melalui Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT (GADISKU) Surabaya. Sementara 16 peserta lainnya mengikuti pelatihan melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang di bawah Disnaker Kabupaten Lumajang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim Sigit Priyanto mengatakan pelatihan bagi penyandang disabilitas harus memiliki tujuan yang jelas setelah peserta menyelesaikan program.

Menurut dia, pelatihan tidak cukup jika tidak diikuti peluang untuk menerapkan keterampilan di tempat kerja.

“Konsepnya tidak sekadar pelatihan. Pelatihan untuk disabilitas sudah banyak, tetapi setelah itu mereka mau dikemanakan?” ujar Sigit dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Karena itu, kebutuhan tenaga kerja di perusahaan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan keterampilan yang diberikan kepada peserta.

Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan memiliki kemampuan yang lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan sekaligus peluang lebih besar untuk masuk dan bertahan di sektor formal.

Di Surabaya, peserta GADISKU mendapat pelatihan di sejumlah bidang, antara lain digital marketing, barista, dan pembuatan batik.

Direktur GADISKU Edy Cahyono mengatakan program tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi dan sosial penyandang disabilitas.

Sementara di Lumajang, ULD Ketenagakerjaan berperan menghubungkan potensi dan keterampilan penyandang disabilitas dengan kebutuhan dunia usaha. ULD juga menjadi bagian dari upaya membuka akses dan pendampingan menuju dunia kerja.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Jatim Dapat Tambahan Anggaran Rp620 M di Perubahan APBD 2024

Disnakertrans Jatim mendorong kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS RI, ULD, lembaga pelatihan, dan dunia usaha terus diperkuat.

Dengan begitu, pelatihan tidak berhenti pada pemberian keterampilan. Peserta juga memiliki jalur yang lebih jelas menuju pekerjaan dan penghasilan yang layak di sektor formal. (cit)