Persebaya Ditahan Garudayaksa 1-1, Bernardo Tavares Soroti Penyelesaian Akhir

oleh -380 Dilihat
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares

KILASJATIM.COM – Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang Garudayaksa FC 1-1 pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (19/9/2026).

Persebaya sebenarnya tampil lebih dominan dan menciptakan lebih banyak peluang sepanjang pertandingan. Berdasarkan statistik pertandingan, Bajul Ijo mencatat 19 tembakan dengan tiga di antaranya tepat sasaran, sedangkan Garudayaksa hanya menghasilkan tujuh percobaan dan satu tembakan tepat sasaran.

Namun, dominasi tersebut belum mampu dikonversi menjadi kemenangan. Persebaya bahkan harus kehilangan keunggulan yang baru tercipta pada menit-menit akhir pertandingan.

Alex Martins membawa Persebaya unggul pada menit ke-85. Gol tersebut sempat membuat Bajul Ijo berada di jalur untuk mengamankan tiga poin di kandang.

Namun, keunggulan itu hanya bertahan sekitar empat menit. Garudayaksa FC mencetak gol penyama kedudukan melalui Al Hamra Hehanussa pada menit ke-89 dan mengubah skor menjadi 1-1 hingga pertandingan berakhir.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengaku kecewa karena timnya gagal memaksimalkan sejumlah peluang yang didapat sepanjang pertandingan.

“Kami memiliki lebih banyak peluang secara keseluruhan dalam pertandingan ini. Kami punya banyak tendangan pojok, kami lebih unggul semuanya tapi kami tidak mencetak gol untuk memenangkan pertandingan,” kata Tavares.

Banyak Peluang, Kurang Gol

Persebaya tampil agresif sejak awal pertandingan. Tekanan yang dibangun Bajul Ijo menghasilkan sejumlah peluang, tetapi penyelesaian akhir menjadi persoalan yang belum mampu dituntaskan.

Persebaya bahkan sempat mencetak gol melalui Miguel Pereira pada awal babak kedua. Namun, gol tersebut dianulir setelah dilakukan pengecekan melalui VAR.

Tavares menilai kondisi skuad yang belum sepenuhnya lengkap juga memengaruhi permainan tim. Sejumlah pemain harus diturunkan dari bangku cadangan karena belum berada dalam kondisi terbaik.

Baca Juga :  Prabowo Minta Cek Kesehatan Gratis Tanpa Seremoni dan Dimulai 10 Februari

“Saddil sebelumnya banyak tidak bermain, Rivera cedera, Ernando cedera, Matheus cedera, Alex baru pulih dari cedera,” ujarnya.

Pelatih asal Portugal itu juga mengakui pertandingan melawan Garudayaksa FC sejak awal diprediksi tidak mudah. Menurutnya, tim tamu memiliki sejumlah pemain berkualitas, termasuk pemain yang memiliki pengalaman memperkuat tim nasional.

Karena itu, Tavares menilai Persebaya tetap perlu mengambil pelajaran dari hasil imbang tersebut, terutama dalam hal efektivitas serangan dan konsistensi permainan.

Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan

Keunggulan Persebaya melalui Alex Martins sebenarnya menjadi momentum penting untuk mengamankan kemenangan. Namun, hanya berselang empat menit, Garudayaksa mampu menyamakan kedudukan.

Gol penyama tersebut tercipta dari situasi bola mati. Tavares menilai lini pertahanan Persebaya kurang agresif dalam mengantisipasi skema sepak pojok pendek yang dilakukan Garudayaksa.

Garudayaksa kemudian memanfaatkan celah tersebut untuk mengirimkan bola ke area tiang jauh sebelum diselesaikan Al Hamra Hehanussa.

Tavares mengakui situasi tersebut menjadi salah satu evaluasi penting bagi timnya. Selain meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir, Persebaya juga perlu lebih disiplin dalam mengantisipasi situasi bola mati.

“Secara keseluruhan, kami memiliki lebih banyak percobaan, lebih banyak sepak pojok, dan lebih banyak peluang untuk mencetak gol. Namun, kami tidak mampu mencetak gol tambahan untuk memenangkan pertandingan,” ujar Tavares.

Hasil Persebaya vs Garudayaksa FC yang berakhir 1-1 membuat Bajul Ijo gagal mengamankan poin penuh di kandang. Tavares pun memastikan evaluasi akan dilakukan sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.

“Itu adalah permainan yang intens, saya menghargai sikap para pemain kami. Dan sekarang, kami perlu bekerja keras untuk pertandingan 9 Oktober mendatang untuk mencoba meraih poin penuh,” katanya. (SRH)