ARTSUBS Jawab Kebutuhan Ruang Seni Budaya Surabaya

oleh -49 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pameran seni rupa kontemporer ARTSUBS menghadirkan sekitar 500 karya dari 113 seniman, termasuk tujuh peserta kolektif, di Balai Pemuda Surabaya. Digelar selama tujuh pekan, 19 September hingga 8 November 2026, ARTSUBS tidak sekadar menawarkan pameran seni, tetapi juga mencoba menjawab kebutuhan Surabaya sebagai kota besar akan ruang kebudayaan.

Kurator ARTSUBS, Nirwan Dewanto, mengatakan skala penyelenggaraan tersebut disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi Surabaya sebagai kota dengan kekuatan ekonomi besar sekaligus memiliki potensi budaya yang perlu terus dikembangkan. “Surabaya merupakan kota dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di Indonesia. Di dalamnya terdapat banyak potensi ekonomi sekaligus potensi budaya yang masih perlu terus dikembangkan,” papar Nirwan saat pembukaan ARTSUBS, Sabtu (19/9/2026).

Menurut alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut, kota sebesar Surabaya membutuhkan museum dan ruang kebudayaan yang memadai. Ruang itu diperlukan masyarakat untuk menikmati seni sekaligus mengambil jarak dari derasnya budaya massa, teknologi informasi, dan dinamika kehidupan sehari-hari. “Masyarakat membutuhkan ruang publik untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi, dan memperoleh keseimbangan. Masyarakat yang beradab membutuhkan ruang semacam itu,” tambah Nirwan.

Kebutuhan ruang kebudayaan tersebut juga tercermin melalui kehadiran Kantor Bersama Urusan Seni Rupa (KBUSR), yang menghadirkan konsep museum alternatif. Ruang ini menjadi wadah seniman untuk mengembangkan praktik seni, mengarsipkan karya dan gagasan, sekaligus mempertemukan seniman dengan publik.

Nirwan menilai seni juga dapat menjadi bentuk hiburan yang memberikan manfaat lebih luas. “Kita juga membutuhkan hiburan yang baik, yakni hiburan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi sekaligus memberikan asupan emosional dan intelektual,” katanya.

ARTSUBS tidak hanya menampilkan lukisan. Pameran ini menghadirkan karya eksperimental, instalasi, karya interaktif, hingga karya arsitektur. Keragaman tersebut menjadi upaya memperluas pengalaman publik dalam melihat seni dan kebudayaan.

Baca Juga :  Bupati Banyuwangi Kembali Ngantor di Desa, Sekarang ke Daerah Percontohan Ramah Perempuan dan Anak

Kurator ARTSUBS, Asmujo Irianto, menyoroti pentingnya pemanfaatan bangunan dan ruang kota untuk kepentingan kebudayaan. Menurutnya, Surabaya memiliki perguruan tinggi dan lembaga pendidikan seni seperti STKW dan Unesa, tetapi ekosistem tersebut membutuhkan ruang kebudayaan yang lebih memadai. “Ekosistem seni itu membutuhkan rumah kebudayaan yang lebih memadai agar kehidupan seni tidak berhenti di ruang akademik,” ujar Asmujo.

Direktur ARTSUBS, Rambat, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya atas dukungan dan pemanfaatan Balai Pemuda sebagai lokasi pameran, serta kepada para seniman yang terlibat.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Wali Kota Surabaya, Sukma Kurniawati, mengapresiasi penyelenggaraan ARTSUBS. Ia berharap masyarakat dapat menikmati sekaligus menghayati karya-karya yang dipamerkan. “Tidak cukup sehari untuk menyaksikan semuanya. Mari beramai-ramai menikmatinya, semoga tahun berikutnya lebih bagus lagi,” terang Sukma.

Pembukaan ARTSUBS ditandai pengguntingan pita oleh Asmujo Irianto, Nirwan Dewanto, Rambat, Sukma Kurniawati, Aris Utama selaku Board Advisory ARTSUBS, dan Olga Lydia.(tok)