Pemkab Bondowoso Perkuat Pencegahan Karhutla di Kawasan Ijen, Satgas Segera Dibentuk

oleh -325 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul potensi meningkatnya risiko kebakaran pada puncak musim kemarau.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, Perhutani, PTPN, pemerintah desa hingga stakeholder terkait lainnya.

Kawasan Ijen menjadi salah satu perhatian utama karena memiliki potensi kerawanan kebakaran. Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara terpadu.

Rapat koordinasi yang digelar Kamis (17/9/2026) tersebut tidak hanya membahas kesiapan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga menitikberatkan pada upaya preventif. Pemerintah Kabupaten Bondowoso menilai pencegahan menjadi kunci untuk menekan risiko bencana yang dapat merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat.

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, mengatakan Pemkab Bondowoso tengah menyiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla. Satgas ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tim respons cepat ketika terjadi kebakaran, tetapi juga memiliki peran dalam mitigasi, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Pencegahan menjadi prioritas utama. Kami sedang membentuk Satgas yang selain siap merespons kejadian di lapangan juga melakukan langkah-langkah mitigasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujar As’ad.

Menurutnya, dampak karhutla pada akhirnya akan dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Dampak kebakaran pada akhirnya akan dirasakan masyarakat sendiri, sehingga semua pihak harus memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla,” lanjutnya.

As’ad menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola kawasan hutan, pemerintah desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan hutan, khususnya selama musim kemarau.

Baca Juga :  Bupati Bondowoso Resmi Lantik Pengurus Dekranasda 2025–2030 dan Kukuhkan Bunda Literasi Daerah

99 Persen Karhutla Dipengaruhi Aktivitas Manusia

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan bahwa rapat koordinasi digelar untuk menyamakan persepsi seluruh stakeholder yang memiliki kepentingan maupun sumber daya di kawasan Ijen.

Menurut Kristianto, kesamaan pemahaman diperlukan agar langkah pencegahan maupun penanganan karhutla di lapangan dapat berjalan lebih terpadu dan efektif.

“Hari ini kami mengumpulkan seluruh stakeholder yang memiliki kepentingan di kawasan Ijen agar memiliki satu pemahaman dan satu langkah dalam penanganan karhutla,” kata Kristianto.

Dalam rapat tersebut, berbagai faktor yang dapat memicu kebakaran dibahas, termasuk kondisi cuaca pada musim kemarau dan aktivitas manusia di sekitar kawasan hutan.

Kristianto mengungkapkan, hasil kajian yang dipaparkan dalam forum tersebut menunjukkan sekitar 99 persen kejadian karhutla dipengaruhi oleh aktivitas manusia.

Namun, menurutnya, sebagian besar kejadian bukan disebabkan oleh kesengajaan. Kelalaian dalam menggunakan api saat melakukan aktivitas di sekitar kawasan hutan justru menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian.

“Banyak kejadian dipicu oleh penggunaan api yang kurang diawasi atau aktivitas lain yang menimbulkan percikan api. Karena itu, upaya edukasi, pengawasan, dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran,” jelasnya.

Perkuat Deteksi Dini Karhutla di Ijen

Kristianto menegaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi. Pengelola kawasan hutan, pemerintah desa, aparat keamanan, dunia usaha dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam mencegah terjadinya kebakaran.

Koordinasi lintas sektor juga diperlukan untuk memperkuat pengawasan serta deteksi dini terhadap titik-titik yang berpotensi mengalami kebakaran.

Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh stakeholder didorong untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan langkah mitigasi di lapangan. Dengan demikian, ketika muncul indikasi kebakaran, penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas.

Baca Juga :  Bondowoso Siapkan Lahan untuk Sekolah Rakyat, Tunggu Giliran dari Pemerintah Pusat

Pemkab Bondowoso berharap kolaborasi, edukasi dan pengawasan berkelanjutan dapat menekan potensi karhutla selama musim kemarau.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen menjaga kelestarian kawasan Ijen serta melindungi masyarakat Bondowoso dari dampak kebakaran hutan dan lahan.(wan)