KILASJATIM.COM, Surabaya – Mencari pekerjaan di Surabaya tak selalu mudah. Gambaran ketatnya persaingan itu terlihat dalam Mini Job Fair “Surabaya Siap Kerjo”. Sekitar 1.600 pencari kerja telah mendaftar, sementara lowongan yang tersedia hanya 450 posisi.
Bursa kerja yang digelar Pemkot Surabaya pada 16-17 September 2026 itu mempertemukan pencari kerja dengan 14 perusahaan. Ada 76 jenis jabatan yang ditawarkan.
Bagi pencari kerja, setiap lowongan menjadi kesempatan yang tak ingin dilewatkan. Persaingan pun tak hanya terjadi untuk pekerjaan tertentu, tetapi juga untuk berbagai posisi yang dibuka perusahaan.
Di tengah kebutuhan mendapatkan penghasilan dan pekerjaan yang lebih pasti, pemerintah mencoba memperlebar pilihan. Selain lowongan dalam negeri, tersedia informasi sekitar 1.700 peluang kerja di luar negeri melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya Achmad Zaini meminta pencari kerja memanfaatkan berbagai peluang tersebut.
“Ada 450 peluang kerja yang tersedia, serta 1.700 peluang bagi pekerja luar negeri,” kata Zaini, Kamis(17/9/2026).
Persaingan mencari kerja juga menjadi perhatian Pemkot Surabaya, terutama bagi warga dari keluarga miskin dan pramiskin.
Kepala Disperinaker Kota Surabaya Agus Hebby Djuniantoro menyebut ada sekitar 2.400 warga dari kelompok tersebut yang membutuhkan pekerjaan.
Mereka dibekali keterampilan sebelum mengikuti bursa kerja. Mulai cara membuat lamaran, menghadapi wawancara hingga persiapan memasuki dunia kerja.
“Mereka sudah kami latih bagaimana cara melamar pekerjaan, menghadapi wawancara, hingga persiapan memasuki dunia kerja,” ujar Hebby.
Pemkot menargetkan warga tersebut dapat terserap ke dunia kerja. Upaya dilakukan dengan menggandeng perusahaan, Pemprov Jatim hingga BP3MI.
Namun, job fair tidak hanya diperuntukkan bagi warga miskin dan pramiskin. Seluruh pencari kerja tetap dapat memanfaatkan lowongan yang tersedia.
Pilihan mencari pekerjaan juga mulai melebar ke luar negeri. BP3MI Jatim menyediakan informasi sekitar 1.700 peluang penempatan calon PMI dalam berbagai bidang pekerjaan.
Hebby meminta calon PMI memastikan proses keberangkatan melalui jalur resmi agar mendapatkan pendataan dan perlindungan.
“Silakan mencari informasi melalui BP3MI supaya memahami persyaratan, proses, dan perlindungannya,” katanya.
Selain mencari pekerja yang sudah siap pakai, Pemkot Surabaya mendorong program magang. Bagi pencari kerja, magang bisa menjadi pintu masuk untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengenal kebutuhan perusahaan.
Bagi perusahaan, program tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kemampuan calon pekerja sebelum menentukan perekrutan.
Mini Job Fair “Surabaya Siap Kerjo” berlangsung pukul 08.00-16.00 WIB. Di tengah 1.600 orang yang sudah mendaftar dan hanya 450 lowongan yang tersedia, bursa kerja ini menjadi salah satu gambaran betapa ketatnya persaingan mendapatkan pekerjaan. (cit)
