Kadin Jatim Targetkan Daycare di Lima Kawasan Industri Tahun Ini

oleh -44 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mendorong penyediaan fasilitas penitipan anak (daycare) di kawasan industri seiring meningkatnya jumlah perempuan yang masuk ke dunia kerja dan semakin banyak pasangan suami istri yang sama-sama bekerja.

Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan, kebutuhan layanan pengasuhan anak tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan rumah tangga semata. Perusahaan dan pemerintah dinilai perlu membangun ekosistem yang mendukung pekerja, khususnya orangtua, agar dapat bekerja dengan tenang.

“Kalau suami dan istri bekerja, mereka tentu ingin merasa nyaman dan tenang bekerja. Karena itu, harus dipastikan anak-anak tetap terurus dengan baik,” ujar Adik di Surabaya, Selasa kemaren, 15/9/2026.

Menurut dia, keberadaan daycare di kawasan industri dapat membantu pekerja lebih fokus menjalankan tugas karena tidak terus-menerus mengkhawatirkan kondisi anak selama ditinggalkan bekerja.

Kadin Jatim bersama Kadin Institute dan Save the Children saat ini melakukan sosialisasi dan pelatihan mengenai konsep care economy kepada dunia industri.

Adik menargetkan sedikitnya lima kawasan industri di Jawa Timur memiliki fasilitas daycare tahun ini. Target tersebut mencakup kawasan industri di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, termasuk Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) serta Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

“Target kami paling tidak tahun ini sudah ada daycare di lima kawasan industri, baik Surabaya, Sidoarjo maupun Gresik,” katanya.

Direktur Kadin Institute Nurul Indah Susanti mengatakan, pihaknya menyiapkan modul, kurikulum, dan silabus yang disesuaikan dengan kebutuhan industri daycare serta skema sertifikasi profesi childcare.

Hingga kini, sebanyak 17 instruktur telah mendapatkan pelatihan. Selain itu, pelatihan bagi 150 peserta telah dilakukan di Surabaya, Malang, Ponorogo, dan Gresik.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Raih WTP 8 Kali Berturut-turut, Gubernur Khofifah: Bukti Implementasi Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur Agus Gunawan mengatakan perlindungan anak dan pekerja merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan.

Menurut dia, regulasi mengenai perlindungan pekerja dan anak pekerja serta penguatan layanan daycare masih dibahas dan diharapkan dapat menjadi bagian dari kebijakan Jawa Timur pada 2027.

“Memang sudah saatnya daycare menjadi bagian dari prioritas pemerintah. Bukan hanya soal menjaga anak, tetapi juga bagaimana menyiapkan kompetensinya,” kata Agus.

Perwakilan Save the Children Evi Woro Yulianti mengatakan pengembangan care economy diarahkan agar pekerjaan pengasuhan menjadi pekerjaan yang layak dan profesional. Program tersebut juga mencakup peningkatan kompetensi tenaga kerja bidang childcare melalui pelatihan dan sertifikasi.

Dari sisi industri, Ketua Forum Komunikasi Manajemen HRD PT SIER M. Junaidi mengatakan pelaku usaha mendukung pengembangan care economy. Namun, industri membutuhkan data mengenai dampak keberadaan daycare terhadap produktivitas, tingkat ketidakhadiran pekerja, dan employee engagement.

“Kami berharap ada data yang bisa disajikan kepada industri bahwa care economy ini bisa menjadi trigger, karena industri selalu menghitung,” ujar Junaidi.

Ia menambahkan, SIER telah melakukan survei dan menemukan kebutuhan terhadap fasilitas pengasuhan anak. Dukungan pemerintah, menurut dia, diperlukan agar penyediaan daycare di kawasan industri dapat dilakukan secara efisien.(Saiful)