Bank Indonesia Apresiasi Responden Survei, dan Sosialisasi LCT

oleh -105 Dilihat
Acara Temu Responden dan Sosialisasi Local Currency Transaction (LCT) pada 1 September 2026 di Surabaya yang dihadiri 200 responden dari kalangan pelaku usaha dan akademisi. (ist/dok)

KILASJATIM. COM, Surabaya – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi kepada responden survei dan kontak liaison yang telah memberikan data dan informasi kredibel, handal, akurat, dan tepat waktu.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara Temu Responden dan Sosialisasi Local Currency Transaction (LCT) pada 1 September 2026 di Surabaya yang dihadiri 200 responden dari kalangan pelaku usaha dan akademisi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, memyampaikan,  ketidakpastian perekonomian global yang masih tinggi menuntut respons kebijakan yang cepat dan tepat.

“Bagi Bank Indonesia, responden bukan sekadar sumber data. Responden adalah strategic partner yang membantu memahami perekonomian Jawa Timur. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kerja sama para responden survei Bank Indonesia,” ucap  Ibrahim, saat memberikan sambutan.

Bank Indonesia Jawa Timur melakukan 11 jenis survei untuk mendapatkan gambaran langsung di sektor riil. Data dari lapangan yang lengkap menjadi basis dalam diskusi kebijakan bersama Bank Indonesia.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat memberikan Keynote Speech di hadapan pelaku usaha dan perwakilan akademisi menyampaikan, data realisasi dari beberapa lembaga yang diperkuat hasil survei dan liaison menjadi gambaran lebih utuh mengenai kondisi perekonomian.

“Data dari lapangan yang lengkap menjadi basis dalam diskusi kebijakan yang kami lakukan bersama Bank Indonesia,” tegas Emil Dardak.

Asesmen yang disusun menjadi lebih komprehensif dan bermanfaat dalam penyusunan rekomendasi kebijakan berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Kegiatan yang dihadiri 200 responden juga dirangkaikan dengan Sosialisasi Local Currency Transaction (LCT). Inisiatif penggunaan mata uang lokal untuk transaksi perdagangan dan investasi diharapkan dapat menjaga stabilitas Rupiah, mitigasi risiko kurs, dan memperkuat resiliensi pasar keuangan domestik.

Baca Juga :  Jaga Kelistrikan Selama Idul Fitri 1445H,   PLN Icon Plus  Siagakan. 237 personil Serpo dengan 21 Unit Mobil di 4 Lokasi 

Sosialisasi disampaikan dalam format talk show dengan narasumber Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede; Deputi Direktur Departemen Internasional Bank Indonesia, Elyana K. Widyasari; dan Kepala Bidang Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim I, Bagus Sulistijono.

Talk show tersebut memperkuat pemahaman responden tentang tantangan dan peluang ekonomi termasuk mitigasi risiko transaksi di tengah kondisi saat ini. Pelaku usaha dapat memanfaatkan penggunaan LCT melalui bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) dengan dukungan kepabeanan dalam perdagangan internasional.

Saat ini sudah terdapat kerja sama Local Currency Transaction dengan enam negara, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Sebagai bagian dari penguatan layanan kepada dunia usaha, pertemuan dengan responden yang digelar tahunan juga menghadirkan Banking Consultation Desk yang melibatkan beberapa bank ACCD.

Beberapa pelaku usaha baik eksportir dan importir memanfaatkan ruang konsultasi tersebut untuk mendalami teknis penggunaan mata uang lokal dan layanan perbankan lainnya.

Melalui Temu Responden dan Sosialisasi LCT ini, BI Jatim berharap sinergi dengan responden semakin kuat untuk menghasilkan data berkualitas dan mendorong pemanfaatan mata uang lokal dalam transaksi internasional demi stabilitas ekonomi Jawa Timur. (nov)