KILASAJTIM.COM, Malang – Penutupan jalur pendakian Gunung Semeru akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada 1.235 pendaki. Mereka berasal dari 162 kelompok yang sebelumnya sudah mengantongi tiket pendakian.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup jalur pendakian Semeru setelah terjadi karhutla di kawasan Blok Ranu Kembang.
Para pendaki yang terdampak sebelumnya dijadwalkan melakukan pendakian pada 27 Agustus-2 September 2026.
Pranata Humas BB TNBTS Endrip Wahyutama mengatakan, dari total pendaki terdampak tersebut, 1.217 merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan 18 warga negara asing (WNA).
“Kalau yang terdampak ada 162 kelompok, yakni 1.217 WNI dan 18 WNA,” ujar Endrip saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).
Penutupan jalur itu membuat rencana pendakian ratusan rombongan harus dibatalkan. Namun, BB TNBTS menyiapkan dua pilihan bagi pemegang tiket, yakni refund penuh atau reschedule tanpa biaya tambahan.
Untuk refund, dana akan ditransfer langsung ke rekening pengunjung. Proses pengembalian diperkirakan berlangsung 3-14 hari kerja setelah verifikasi data selesai.
Sementara bagi pendaki yang memilih reschedule, kunjungan dapat dijadwalkan ulang pada 15 September-30 November 2026.
Ada syarat yang harus diperhatikan. Data pendaki saat reschedule harus sama persis dengan data pada pemesanan awal. Pergantian anggota rombongan tidak diperbolehkan.
Seluruh proses refund maupun reschedule juga harus diselesaikan sebelum batas pengisian formulir pada 11 September 2026.
Meski pilihan tersebut sudah dibuka, hingga Senin (31/8), belum ada calon pendaki yang mengisi formulir untuk memanfaatkan fasilitas refund atau reschedule.
“Belum ada yang mengisi formulir,” kata Endrip.
Penutupan jalur pendakian Semeru sendiri berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, seiring penanganan dampak karhutla di kawasan tersebut. (TQI)
