Honda Super-ONE Jadi Simbol Evolusi Elektrifikasi Honda di GIIAS Surabaya 2026

oleh -266 Dilihat

KILASJATIM.COM – Honda Prospect Motor (HPM) membawa pesan tentang masa depan elektrifikasi ke GIIAS Surabaya 2026 melalui Honda Super-ONE. Mobil listrik kompak bergaya Pocket Rocket tersebut bukan sekadar produk elektrifikasi baru, tetapi menjadi representasi upaya Honda berevolusi mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan DNA utamanya, yakni fun to drive.

Honda Super-ONE resmi dibuka untuk pemesanan di Indonesia saat gelaran GIIAS Jakarta pada akhir Juli 2026. Meski demikian, mobil listrik ini tidak akan dipasarkan dalam jumlah besar. HPM mendapatkan alokasi awal sebanyak 100 unit untuk pasar Indonesia sepanjang 2026.

Menariknya, respons konsumen justru melampaui ekspektasi. Dalam waktu singkat setelah diperkenalkan, pemesanan nasional Honda Super-ONE telah menembus lebih dari 180 unit. Jumlah tersebut bahkan tercatat ketika harga resmi kendaraan belum diumumkan saat minat awal mulai dihimpun.

Di Surabaya, pemesanan Honda Super-ONE telah mencapai 15 unit, sementara alokasi untuk wilayah tersebut hanya 10 unit dalam setahun.

Pengiriman unit kepada konsumen dilakukan secara bertahap mulai akhir Agustus 2026. Honda Super-ONE dipasarkan dengan status completely built-up (CBU) dan didatangkan langsung dari Jepang.

Pada GIIAS Surabaya 2026 yang berlangsung 26–30 Agustus 2026 di Grand City Convention and Exhibition Surabaya, Honda menempati Booth A, Convention Hall Lantai 3. Kehadiran Super-ONE langsung menjadi salah satu perhatian pengunjung, bersama Honda Prelude.

Honda juga menghadirkan HR-V RS e Mugen GIIAS 2026 Edition secara eksklusif dengan warna Platinum White Monotone.

Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengatakan Super-ONE sejak awal tidak dirancang sebagai model untuk mengejar volume penjualan.

“Sejak awal, Honda Super-ONE memang tidak kami hadirkan untuk mengisi segmen tertentu ataupun mengejar volume penjualan. Model ini kami hadirkan sebagai representasi arah baru Honda di era elektrifikasi, sekaligus sebagai persembahan bagi para Honda fans, petrolheads, dan pecinta otomotif yang selama ini menghargai karakter khas Honda,” kata Yusak Billy saat kunjungan di GIIAS Surabaya 2026, Sabtu (29/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Yusak Billy mendampingi President Director PT Honda Prospect Motor Masanao Kataoka. Keduanya diterima Presiden Direktur Honda Surabaya Center Ang Hoey Tiong dan Director Honda Surabaya Center Wendy Miharja.

Pertahankan DNA Honda di Era Elektrifikasi

Kehadiran Super-ONE menunjukkan pendekatan Honda terhadap elektrifikasi yang tidak sekadar mengganti mesin pembakaran internal dengan motor listrik.

Melalui model tersebut, Honda berupaya membawa karakter berkendara yang selama ini menjadi ciri khasnya ke era kendaraan listrik. Filosofi itu terangkum dalam semangat “Culture Evolve”.

Baca Juga :  KPK Jadwalkan Pemeriksaan Eks Direktur PT Telkom Terkait Dugaan Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina

Menurut Yusak Billy, perubahan teknologi tidak berarti menghilangkan karakter Honda.

“Teknologi selalu mengikuti perkembangan zaman, termasuk teknologi baterai dan kendaraan listrik. Tetapi DNA Honda tetap sama, yaitu joy of driving dan fun to drive,” ujarnya.

Karena itu, Super-ONE diarahkan kepada konsumen yang tidak hanya mempertimbangkan efisiensi maupun biaya operasional kendaraan listrik. Honda juga menyasar para Honda fans, pecinta otomotif, hingga petrolhead yang masih menginginkan sensasi dan keterlibatan ketika mengemudi.

Dengan pendekatan tersebut, Super-ONE menjadi semacam pernyataan bahwa elektrifikasi tidak harus menghilangkan karakter berkendara yang selama ini menjadi identitas Honda.

Peminat Lampaui Kuota

Strategi Honda yang sejak awal tidak mengejar volume justru diikuti tingginya antusiasme konsumen. Alokasi awal 100 unit untuk pasar Indonesia ternyata telah terlampaui.

HPM mencatat lebih dari 180 konsumen telah menyatakan minat memiliki Honda Super-ONE.

“Dalam satu minggu terakhir, antusiasme yang kami terima melampaui ekspektasi. Bahkan, jumlah konsumen yang telah menyatakan minat untuk memiliki Honda Super-ONE sudah melebihi kuota yang kami siapkan,” kata Yusak Billy.

Melihat tingginya permintaan, HPM membuka peluang meminta tambahan alokasi kepada prinsipal Honda di Jepang.

“Kami terus melakukan request ke pusat untuk mendapatkan kuota lebih karena permintaannya sangat banyak,” ujarnya.

Di Jepang, Super-ONE juga mendapat respons positif. Sejak diluncurkan, model tersebut telah mengumpulkan lebih dari 12.000 pemesanan.

HPM menyebut alokasi 100 unit untuk Indonesia merupakan jumlah yang cukup besar dibandingkan distribusi ke sejumlah negara lain yang mendapatkan alokasi lebih kecil.

Namun, karena permintaan telah melampaui kuota, sekitar 80 konsumen yang berada di luar alokasi awal harus menunggu pemenuhan unit berikutnya. HPM masih berkoordinasi dengan Honda Jepang untuk melihat kemungkinan tambahan pasokan.

Honda Belum Pastikan Model Listrik Berikutnya

Meski Super-ONE menjadi salah satu pembuka lini Honda Electric di Indonesia, HPM belum memastikan apakah teknologi dan konsep mobil tersebut akan segera diterapkan pada model dengan volume penjualan yang lebih besar.

Honda memilih melihat perkembangan pasar dan kebutuhan konsumen Indonesia.

Yusak Billy mengatakan strategi elektrifikasi Honda tidak akan dibuat seragam untuk setiap negara. Produk yang relevan di Indonesia belum tentu sama dengan kebutuhan konsumen di negara lain.

“Setiap negara bisa berbeda-beda. Apa yang relevan di Indonesia dan apa yang dibutuhkan konsumen Indonesia, itu yang akan kami siapkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Arus Lebaran Padat, Kecelakaan Justru Turun di Jatim

Karena itu, Honda masih membuka berbagai kemungkinan teknologi. Sebuah model dapat menggunakan teknologi listrik murni, sementara model lain mengandalkan hybrid atau tetap menggunakan mesin pembakaran internal.

“Bisa saja produk ini dibuat elektrifikasi, produk ini hybrid, produk ini ICE. Itu kita lihat dari produk apa yang relevan di tiap negara,” ujar Yusak Billy.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Super-ONE belum tentu menjadi cetak biru langsung bagi seluruh lini kendaraan Honda di Indonesia. Namun, model ini menjadi demonstrasi kemampuan Honda menghadirkan teknologi elektrifikasi sekaligus mempertahankan karakter berkendara khasnya.

Usung Konsep Pocket Rocket

Secara karakter, Honda Super-ONE mengusung konsep Pocket Rocket, yakni mobil listrik kompak yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang menyenangkan.

Honda membekali mobil tersebut dengan BOOST Mode yang dipadukan dengan Simulated 7-Speed Gear Shift. Teknologi tersebut dirancang menghadirkan sensasi perpindahan gigi seperti kendaraan konvensional sehingga memberikan respons dan interaksi yang lebih familiar bagi pengemudi.

Pengalaman berkendara diperkuat Active Sound Control yang menghasilkan suara berkendara untuk membuat pengalaman mengemudi mobil listrik terasa lebih natural dan emosional.

Di dalam kabin, Super-ONE mengusung pendekatan human-centered design dengan tata letak berbagai fitur yang dirancang intuitif.

Sejumlah fitur yang ditawarkan antara lain Premium BOSE Sound System serta Triple Meter Display yang menyajikan informasi kendaraan secara lebih lengkap dan mudah dipahami.

Untuk pasar Surabaya, Honda Super-ONE dibanderol dengan harga on the road Rp445 juta. Mobil ini tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni Crystal Black Pearl, Boost Violet Pearl, dan Luminous Grey Metallic.

Khusus Boost Violet Pearl dan Luminous Grey Metallic, konsumen dapat memilih opsi warna two-tone dengan tambahan biaya Rp10 juta.

Setiap pembelian Super-ONE juga mendapatkan portable charger. Honda memberikan garansi kendaraan selama tiga tahun atau 100.000 kilometer, sedangkan baterai mendapatkan garansi hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer.

Tingginya respons konsumen yang melampaui alokasi awal menjadi sinyal menarik bagi Honda. Ketika Super-ONE disebut bukan model yang ditujukan untuk mengejar volume, pasar justru menunjukkan rasa penasaran yang tinggi.

Di GIIAS Surabaya 2026, pesan tersebut semakin terlihat: Honda tengah berevolusi mengikuti era elektrifikasi, tetapi tetap berupaya mempertahankan jati dirinya. Mesin dapat berganti menjadi baterai dan transmisi dapat berubah menjadi sistem simulasi perpindahan gigi. Namun, bagi Honda, satu hal tetap dipertahankan, yakni joy of driving. (ABH)