KILASJATIM.COM, Bondowoso – Semangat mencetak generasi muda yang religius, berkarakter, dan berprestasi terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah Nasional (PORSADIN) Ke-7 Tingkat Kabupaten Bondowoso Tahun 2026.
Abdul Hamid Wahid memberikan apresiasi kepada DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bondowoso beserta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut. Apresiasi juga disampaikan kepada Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi yang telah berkenan menjadi tuan rumah.
Menurut Bupati, terselenggaranya PORSADIN menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun generasi muda Islam yang memiliki kemampuan, karakter, serta akhlak yang kuat.
Ia menegaskan, Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki peran strategis dalam pendidikan karakter. Di tengah perkembangan zaman, keberadaan madrasah diniyah dinilai menjadi salah satu benteng penting dalam membentuk moral dan spiritualitas generasi muda.
“Melalui pembinaan diniyah, para santri diajarkan kejujuran, disiplin, kerendahan hati, serta rasa cinta kepada tanah air,” ujarnya. Minggu 23/8/2026.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, kata Abdul Hamid Wahid, akan terus memberikan dukungan terhadap eksistensi dan kemajuan Madrasah Diniyah Takmiliyah demi melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlakul karimah.
PORSADIN Jadi Ruang Mengembangkan Potensi Santri
Lebih lanjut, Bupati menyebut PORSADIN bukan sekadar kompetisi olahraga dan seni. Ajang tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan potensi sekaligus mengasah keseimbangan antara kebugaran fisik, kecerdasan intelektual, kreativitas, dan akhlak.
Berbagai cabang yang diperlombakan diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga bagi para peserta. Selain mengejar prestasi, PORSADIN juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarsantri serta keluarga besar Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Kabupaten Bondowoso.
Kepada seluruh peserta, Abdul Hamid Wahid berpesan agar tampil percaya diri dan mengeluarkan kemampuan terbaik. Namun, ia mengingatkan agar seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati keputusan wasit maupun dewan juri.
“Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam kompetisi, tetapi kejujuran dan akhlak mulia adalah kemenangan yang sejati,” pesannya.
Bagi peserta yang nantinya terpilih mewakili Kabupaten Bondowoso, Bupati meminta agar terus berlatih dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Timur hingga tingkat nasional.
Apresiasi untuk Para Guru dan Pembina
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para ustadz, ustadzah, pengasuh, dan pembina madrasah diniyah yang selama ini dengan penuh ketulusan membimbing para santri.
Menurutnya, pengabdian para guru diniyah merupakan investasi sosial dan spiritual yang sangat berharga dalam mempersiapkan masa depan generasi muda.
“Semoga seluruh jerih payah dan pengabdian Bapak dan Ibu dicatat sebagai amal jariyah yang melimpah di hadapan Allah SWT,” ungkapnya.
Abdul Hamid Wahid mengajak seluruh pihak menjadikan PORSADIN Ke-7 sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan prestasi, menumbuhkan sportivitas, serta membangun generasi muda Bondowoso yang religius, berkarakter, dan berprestasi.(wan)
