3 Destinasi Wisata Flores Ditutup Usai Gempa M7,7, TN Komodo Tetap Buka

oleh -260 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 16 Agustus 2026, siang (Foto: Akun X@BMKG)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Sejumlah destinasi wisata unggulan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Penutupan dilakukan untuk memastikan keamanan wisatawan dan memeriksa kondisi infrastruktur.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan destinasi yang ditutup antara lain Goa Rangko di Manggarai Barat, Kampung Adat Wae Rebo di Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Ende.

“Beberapa tempat wisata saat ini masih ditutup untuk sementara, seperti Goa Rangko, Kampung Adat Wae Rebo, dan Taman Nasional Kelimutu,” kata Berton dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

Penutupan dilakukan terhadap objek wisata yang masih membutuhkan pemeriksaan dan pemulihan kelayakan infrastruktur. Pembukaan kembali akan dilakukan setelah petugas memastikan kondisi destinasi aman.

Meski sejumlah destinasi ditutup, aktivitas wisata di Taman Nasional Komodo dan sekitarnya tetap berjalan normal. Tidak ada insiden yang dilaporkan di kawasan tersebut dan wisatawan domestik maupun mancanegara masih dapat berkunjung.

BNPB mencatat sedikitnya delapan objek daya tarik wisata mengalami rusak ringan akibat gempa. Dampak juga terjadi pada sektor akomodasi.

Sebanyak dua hotel dan tiga homestay mengalami rusak berat. Sementara 10 hotel dan lima homestay rusak ringan yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Nagekeo.

“Memastikan keselamatan dan keamanan seluruh wisatawan serta kelayakan infrastruktur pariwisata adalah prioritas,” ujar Berton.

Gempa juga menyebabkan kerusakan cukup luas di Flores. BNPB mencatat lebih dari 5.000 orang mengungsi, baik secara mandiri maupun di posko pengungsian. Sebagian besar mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan.

Data sementara mencatat 914 rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.

Baca Juga :  Tim SAR Temukan 11 Korban Lagi di Reruntuhan Musala Al Khoziny Sidoarjo

Kerusakan juga melanda fasilitas publik, meliputi 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah.

Hingga Senin (17/8), BNPB mencatat 68 orang meninggal dunia. Korban tersebar di Manggarai 26 orang, Manggarai Timur 24, Nagekeo 8, Sikka 4, Ende 2, Manggarai Barat 2, dan Ngada 2 orang.

Penutupan sejumlah destinasi menjadi langkah sementara sambil memastikan kawasan wisata benar-benar aman. Wisatawan diminta mengikuti informasi resmi sebelum merencanakan kunjungan ke destinasi terdampak. (cit)