KILASJATIM.COM, Surabaya – Spanyol diprediksi Wakil Rektor (Warek) II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat PhD., keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina melalui babak perpanjangan waktu. Keunggulan kedalaman skuad, disiplin taktik, dan kondisi fisik dinilai menjadi faktor pembeda dalam laga puncak yang diperkirakan berlangsung ketat, Senin (20/7/2026) dini hari.
Pada waktu normal, kata Supangat pertandingan diprediksi berlangsung seimbang. Argentina berpeluang membuka keunggulan lebih dulu melalui serangan balik cepat atau situasi bola mati. Namun, Spanyol diperkirakan mampu menyamakan kedudukan sebelum waktu normal berakhir berkat permainan kolektif dan efektivitas penyelesaian akhir.
Memasuki babak tambahan, Spanyol diyakini Supangat bakal lebih unggul karena memiliki rotasi pemain yang berkualitas. Ketika intensitas permainan Argentina mulai menurun akibat kelelahan, Spanyol diperkirakan memanfaatkan momentum untuk mencetak gol kemenangan melalui skema transisi cepat sehingga laga tidak perlu ditentukan lewat adu penalti.
Sekedar catatan, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia dengan membawa Albiceleste menembus final Piala Dunia 2026. Scaloni dikenal mampu membangun tim yang solid, disiplin, dan efektif, sekaligus menjaga mental juara Argentina setelah sukses pada turnamen-turnamen besar sebelumnya.
Di kubu Spanyol, pelatih Luis de la Fuente dinilai berhasil melanjutkan regenerasi La Roja dengan memadukan pemain muda dan senior dalam sistem permainan berbasis penguasaan bola yang modern. Pendekatan taktiknya membuat Spanyol tampil konsisten hingga mencapai partai final.
Supangat menilai peluang Spanyol sedikit lebih besar dibanding Argentina. “Spanyol memiliki kedalaman skuad yang lebih merata. Jika pertandingan berlangsung hingga babak tambahan, kualitas pemain pengganti akan menjadi pembeda dan berpotensi mengantar Spanyol meraih gelar juara dengan skor 2-1,” tegas Supangat.
Menurutnya, Argentina tetap memiliki peluang besar apabila mampu mempertahankan intensitas permainan hingga akhir atau memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti yang selama ini menjadi salah satu kekuatan mereka. “Argentina memiliki karakter pantang menyerah dan pengalaman bermain di laga-laga besar. Namun, jika melihat keseimbangan tim, kondisi fisik, serta variasi strategi yang dimiliki kedua finalis, saya memprediksi Spanyol akan mengangkat trofi Piala Dunia 2026,” pungkas Supangat.(tok)
