Khofifah dan Zulhas Bagikan 600 Paket Sembako untuk Ojol, Nelayan, dan Warga Rentan di Gresik

oleh -25 Dilihat

KILASJATIM.COM, Gresik – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan menyalurkan 600 paket sembako kepada pengemudi ojek daring (ojol), nelayan, dan masyarakat rentan dalam Gerakan Hari Jaminan Ketahanan Pangan (Hajatan). Kegiatan tersebut digelar di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik.

Program yang berkolaborasi dengan PT Petrokimia Gresik itu menyalurkan bantuan kepada 200 pengemudi ojol serta 400 nelayan dan warga yang tinggal di sekitar kawasan perusahaan. Setiap paket berisi beras SPHP 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram.

Khofifah mengatakan, pembagian bantuan tersebut menjadi wujud sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan dunia usaha dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat yang rentan terhadap gejolak ekonomi.

“Hari ini kami bersama Pak Menko Zulhas dan beberapa Menteri Kabinet Merah Putih menyalurkan langsung bantuan sembako kepada ojol, nelayan, dan masyarakat di sekitar Petrokimia Gresik. Ini menjadi bukti keberseiringan pemerintah pusat dan provinsi dalam melakukan intervensi terhadap kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya.

Menurut dia, program tersebut merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan pokok dengan harga yang terjangkau. Langkah itu dinilai penting, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Khofifah menilai para pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojol, termasuk kelompok yang paling rentan terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok karena pendapatan mereka bergantung pada penghasilan harian.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah kepekaan sosial. Fluktuasi harga kebutuhan pokok dapat langsung berdampak terhadap kesejahteraan keluarga para ojol, nelayan, dan masyarakat rentan,” katanya.

Baca Juga :  Kendalikan Inflasi Jelang Idul Fitri, Pemkab Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah

Ia menambahkan, keberhasilan program semacam ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah daerah, serta BUMN seperti PT Petrokimia Gresik.

Khofifah berharap bantuan sembako tersebut tidak hanya meringankan beban pengeluaran rumah tangga penerima, tetapi juga memberi ruang bagi mereka untuk mengalokasikan penghasilan ke kebutuhan lain, seperti biaya pendidikan anak maupun perawatan kendaraan.

“Uang yang semula digunakan untuk membeli beras, minyak, dan gula kini dapat dialihkan untuk kebutuhan penting lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi sinergi yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama PT Petrokimia Gresik dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, Jawa Timur selama ini menjadi salah satu daerah yang mampu menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi pangan. Melalui Gerakan Hajatan, pemerintah berharap manfaat bantuan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas pangan nasional.

“Lewat kegiatan Hajatan ini, kita ingin semuanya makmur, semuanya senang. Terima kasih atas kolaborasi seluruh pihak yang telah memperhatikan kesejahteraan masyarakat Gresik,” kata Zulkifli Hasan.(Den/Friz)