KILASJATIM.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menghadiri Welcome Dinner dan PAPTI Award 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) II Perkumpulan Ahli Pengkaji Teknis Indonesia (PAPTI), yang digelar di Paragon PO Hotel Semarang, Selasa (14/7/2026).
Munas II PAPTI berlangsung pada 14–16 Juli 2026 dan diikuti ratusan anggota PAPTI dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi forum tertinggi organisasi untuk menyusun program kerja profesi selama tiga tahun ke depan sekaligus memilih kepengurusan baru.
Ketua Umum PAPTI Nasional, Ir. Ar. Gatut Prasetiyo, MBA, IAI, IPU, mengatakan Munas II dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, pada Rabu (15/7/2026). Selain sidang organisasi, agenda Munas juga diisi dengan talkshow, Welcome Dinner, dan penganugerahan PAPTI Award 2026.
Menurut Gatut, Munas merupakan momentum penting bagi organisasi dalam merumuskan berbagai program strategis yang mendukung peningkatan kompetensi anggota, seperti pelatihan, workshop, hingga memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan pemilik proyek.
“Melalui Munas ini, kami berharap dapat menghasilkan program organisasi yang mampu menjawab kebutuhan profesi pengkaji teknis selama tiga tahun mendatang,” ujarnya.
Saat ini PAPTI memiliki hampir 500 anggota yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia. Sebagian besar anggotanya berprofesi sebagai konsultan pengkaji teknis bangunan gedung dan perumahan yang berperan dalam penyusunan permohonan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) maupun melakukan reviu Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Selain menyusun program kerja, Munas II juga menjadi forum penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya serta pemilihan Ketua Umum dan kepengurusan baru.
Sebelum Welcome Dinner, PAPTI menggelar talkshow bertema “SLF dalam Perspektif Hukum dan Peluang Profesi Pengkaji Teknis ke Depan”. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta secara luring yang terdiri dari anggota PAPTI, perwakilan pemerintah kabupaten/kota, asosiasi profesi, dan akademisi.
Antusiasme juga datang dari peserta daring yang mencapai lebih dari 100 orang dari berbagai wilayah di luar Pulau Jawa, seperti Batam, Kalimantan, Papua, dan daerah lainnya.
Pada malam Welcome Dinner, Wali Kota Semarang menyampaikan sambutan sekaligus mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi PAPTI dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan Kota Semarang sebagai kota yang kaya akan nilai sejarah, warisan bangunan bersejarah, serta destinasi kuliner.
Didampingi Ketua Umum PAPTI, Wali Kota Semarang juga menyerahkan penghargaan PAPTI Award 2026 kepada Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, sebagai Penerbit Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Terbanyak.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah pemerintah daerah lainnya, yakni Kota Jember, Jawa Timur, sebagai Penerbit SLF Tercepat, Kota Semarang sebagai Penerbit SLF Terhandal, serta Kota Tangerang, Banten, sebagai Penerbit SLF Terbaik.
Gatut Prasetiyo menjelaskan, PAPTI Award 2026 merupakan penghargaan yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh organisasi nirlaba kepada pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dalam penyelenggaraan layanan penerbitan Sertifikat Laik Fungsi.
Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan dapat memotivasi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam proses penerbitan SLF, sekaligus memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan PAPTI beserta para ahli pengkaji teknis di seluruh Indonesia.
“Diharapkan pelayanan kepada masyarakat dalam proses permohonan SLF semakin baik, sekaligus terjalin komunikasi dan sinergi yang lebih intens antara pemerintah daerah dengan PAPTI,” pungkasnya. (CEQ)
