Khofifah Dukung Transformasi Smart Port, Sebut Pelabuhan Hijau Kunci Ketahanan Pangan dan Efisiensi Logistik

oleh -34 Dilihat

KILASJATIM.COM, Gresik – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendukung transformasi pelabuhan menuju sistem yang lebih cerdas, ramah lingkungan, dan berdaya saing. Menurutnya, pengembangan konsep green and smart port menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat rantai pasok nasional sekaligus mendukung target swasembada pangan.

Hal tersebut disampaikan Khofifah usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam acara Green, Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026 di Dermaga C PT Petrokimia Gresik.

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah menteri, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Perdagangan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perhubungan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, serta Bupati Gresik.

Khofifah mengatakan pelabuhan yang menerapkan konsep hijau dan digital akan meningkatkan efisiensi distribusi barang serta memperkuat sektor logistik nasional, khususnya dalam menopang kebutuhan kawasan Indonesia Timur.

“Begitu juga swasembada pangan yang menjadi cita-cita bangsa ini akan terwujud bila didukung infrastruktur, salah satunya pelabuhan yang smart dan kompetitif,” ujar Khofifah, Rabu, 15/7/2026.

Ia menjelaskan, konsep green port mendorong pengurangan emisi karbon melalui penggunaan energi listrik, energi terbarukan, serta peralatan pelabuhan berbasis listrik. Selain itu, efisiensi energi juga dapat dilakukan melalui penggunaan lampu LED, fasilitas cold ironing bagi kapal yang bersandar, hingga sistem manajemen energi yang lebih hemat.

Menurut Khofifah, pengelolaan limbah yang baik, termasuk sistem daur ulang dan pengolahan sampah menjadi kompos, juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian ekosistem laut dan pesisir.

Sementara pada aspek smart port, penerapan digitalisasi seperti otomatisasi bongkar muat, pelacakan kontainer secara real time, layanan perizinan daring, pembayaran nontunai, hingga sistem single window diyakini mampu memangkas waktu dan biaya logistik.

Baca Juga :  Kapolri Pimpin Apel Ojol Kamtibmas “Jogo Jatim” di Malang

“Pelabuhan yang modern dan ramah lingkungan akan menjadi magnet bagi investor dan pelayaran internasional. Dampaknya bukan hanya menekan biaya logistik, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan membuat harga barang lebih stabil,” kata Khofifah.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada hasil produksi, tetapi juga ditentukan oleh sistem distribusi yang andal.

“Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” ujarnya.

GSPI merupakan program asesmen nasional yang mendorong penerapan teknologi pintar dan praktik ramah lingkungan di pelabuhan. Pada GSPI 2026, penilaian dilakukan berdasarkan aspek manajemen, efisiensi energi, digitalisasi, pengelolaan lingkungan, hingga inovasi, dengan mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023. Dalam acara tersebut juga diserahkan Penghargaan Green and Smart Port 2025 kepada delapan operator pelabuhan, termasuk PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Kalimantan Timur. (Den/Friz)