Mengenal Gym Mojopahit, Konsep Latihan Klasik yang Masih Bertahan di Surabaya

oleh -322 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Menjamurnya pusat kebugaran modern dengan fasilitas premium, desain estetik, hingga berbagai promo keanggotaan tidak serta-merta menggeser keberadaan gym konvensional di Surabaya. Sejumlah tempat kebugaran yang telah berdiri puluhan tahun justru tetap mampu mempertahankan pelanggannya dengan mengandalkan kualitas pembinaan, kelengkapan alat, serta komunitas yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

Salah satunya adalah konsep Gym Mojopahit, sebutan yang populer di kalangan pegiat fitness Surabaya untuk gym bergaya klasik yang menggunakan alat-alat konvensional berbahan besi, mengedepankan latihan dasar pembentukan otot, serta memiliki budaya latihan yang kuat. Meski tampil sederhana tanpa dominasi fasilitas modern, konsep tersebut hingga kini masih memiliki penggemarnya sendiri.

Manager Merlin Fitness, Priharsono, mengatakan perubahan tren industri kebugaran memang tidak dapat dihindari. Menurutnya, kehadiran gym modern membawa warna baru sekaligus meningkatkan minat masyarakat untuk berolahraga, terutama di kalangan anak muda.

“Dulu yang ramai justru kelas aerobik, sekarang gym yang berkembang sangat pesat. Bahkan perempuan sekarang juga banyak yang nge-gym. Itu menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin baik,” ujarnya.

Namun, di balik perubahan tersebut, Priharsono menilai masih banyak masyarakat yang memilih gym konvensional karena lebih fokus pada kualitas latihan dibanding fasilitas pendukung.

“Kalau gym modern memang banyak yang menarik dari sisi desain dan kenyamanan. Tapi bagi orang yang benar-benar ingin membangun otot, konsep Gym Mojopahit tetap punya tempat. Mereka datang untuk latihan, bukan sekadar mencari tempat yang estetik,” katanya.

Menurut Priharsono, salah satu kekuatan gym konvensional terletak pada budaya kekeluargaan yang sulit ditemukan di tempat lain. Member senior kerap membantu anggota baru memahami penggunaan alat maupun teknik latihan tanpa memandang status.

Baca Juga :  Fiorentina Tundukkan Lazio 1-0, Tren Positif La Viola Berlanjut di Serie A

“Di sini suasananya seperti keluarga. Kalau ada member yang gerakannya kurang tepat, biasanya langsung dibantu teman latihan yang lebih senior. Jadi bukan individualistis,” tuturnya.

Menghadapi persaingan yang semakin ketat, pengelola juga mulai beradaptasi dengan menghadirkan konsep baru tanpa meninggalkan identitas lama. Merlin Fitness, misalnya, tengah mengembangkan area gym modern, namun tetap mempertahankan lantai khusus berkonsep Gym Mojopahit sebagai bentuk apresiasi terhadap pelanggan setia.

“Kami tidak ingin meninggalkan identitas yang sudah dibangun sejak 1998. Nantinya ada dua pilihan, konsep modern dan konsep klasik. Jadi member bisa memilih sesuai kebutuhannya,” ujar Priharsono.

Selain mempertahankan kualitas pelayanan, promosi melalui media sosial juga menjadi strategi untuk menjangkau generasi muda. Aktivitas para member rutin dibagikan melalui TikTok dan Instagram sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar.

Meski industri kebugaran terus berkembang, Priharsono optimistis gym konvensional akan tetap memiliki tempat selama mampu menjaga kualitas pembinaan dan kenyamanan anggotanya.

“Persaingan pasti ada, tetapi kami percaya orang akan tetap datang kalau merasa nyaman dan mendapatkan hasil latihan yang mereka cari. Bagi kami, kepuasan member adalah alasan utama mengapa gym ini bisa bertahan hampir tiga dekade,” pungkasnya. (kar)