BPBD Jatim Percepat Sekolah Tangguh Bencana, Baru 2 Persen SMA Sederajat Ikuti Pelatihan SPAB

oleh -388 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kembali mempercepat program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) melalui Training of Facilitator (TOF) SPAB 2026 yang digelar di The Southern Hotel Surabaya, Senin-Selasa (6-7/7/2026).

Kegiatan yang menggandeng Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Timur, Kanwil Kementerian Agama Jatim, dan Dinas Pendidikan Jatim itu diikuti 50 guru SMA, SMK, dan MA dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Pelatihan ini merupakan lanjutan TOF SPAB yang sebelumnya dilaksanakan secara daring pada 22-23 Juni 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengatakan percepatan implementasi SPAB menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingginya tingkat kerawanan bencana di lingkungan pendidikan.

Data BPBD Jatim menunjukkan, dari 4.088 SMA sederajat di Jawa Timur, sebanyak 3.645 sekolah atau 89,2 persen berada pada kategori rawan bencana tinggi. Namun hingga saat ini, baru sekitar 95 sekolah atau dua persen yang telah mendapatkan pelatihan SPAB.

“Karena itu, peningkatan kapasitas guru melalui TOF SPAB menjadi langkah strategis agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di sekolah masing-masing dan mempercepat terwujudnya sekolah tangguh bencana,” ujar Gatot.

Ia berharap para peserta tidak hanya memahami konsep mitigasi bencana, tetapi juga mampu menjadi fasilitator bagi warga sekolah dalam membangun budaya kesiapsiagaan.

Sementara itu, Ketua IGI Jawa Timur, Sukari, mengapresiasi kolaborasi yang terus dibangun BPBD Jatim dalam meningkatkan kapasitas guru di bidang kebencanaan.

Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam membangun karakter sekaligus menanamkan budaya sadar bencana kepada peserta didik.

“Dengan bekal materi yang diberikan, kami optimistis guru dapat menjadi agen perubahan untuk mewujudkan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan tangguh menghadapi bencana,” katanya.

Baca Juga :  Pemerintah Australia Perkuat Kerja Sama dengan BPBD Jatim

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai kebijakan dan peta jalan SPAB, Kajian Risiko Bencana Partisipatif (KRBP), pembentukan Tim Siaga Sekolah, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga simulasi penanganan bencana.

Pada hari kedua, peserta dijadwalkan mengunjungi Taman Edukasi Bencana BPBD Jawa Timur sebagai bagian dari pembelajaran lapangan sekaligus menyusun rencana tindak lanjut penerapan SPAB di sekolah masing-masing. (FRI)