Jembatan Koncer Bergoyang, Pemkab Bondowoso Siapkan Pembatasan Sambil Tunggu Kajian Teknis

oleh -392 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Kondisi Jembatan Koncer–Tamansari di Kabupaten Bondowoso kian memprihatinkan. Jembatan yang menghubungkan Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang, dengan Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, itu dilaporkan mulai bergoyang saat dilintasi kendaraan bermuatan besar. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso segera menyiapkan pembatasan kendaraan sembari menunggu hasil kajian teknis.

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, mengatakan pemerintah daerah tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan masyarakat sebelum mengetahui secara pasti kondisi dan kemampuan struktur jembatan menahan beban kendaraan. Hasil peninjauan lapangan akan segera dibahas bersama tim teknis sebagai dasar menentukan langkah penanganan.

“Hasil peninjauan hari ini akan kami sampaikan kepada tim teknis. Nanti akan diketahui apakah jembatan masih aman dilalui dengan batas tonase tertentu atau memerlukan penanganan segera,” ujarnya.

Menurut As’ad, selama hasil kajian belum diterbitkan, pemerintah akan menerapkan pembatasan sementara terhadap kendaraan yang melintas. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi kecelakaan dan melindungi keselamatan pengguna jalan.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat. Untuk sementara mungkin akan ada pembatasan karena kami tidak ingin terjadi hal-hal yang membahayakan atau bahkan menimbulkan korban,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori, menjelaskan Jembatan Koncer–Tamansari memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antarwilayah sekaligus jalur alternatif pengalihan arus. Namun hingga kini pembangunan maupun penanganan permanen belum juga terealisasi meski telah diusulkan sejak 2017 kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pemerintah pusat.

“Usulan ini sudah sejak tahun 2017, kemudian 2019, dan sampai sekarang belum ada realisasi. Kami terus berupaya mengusulkan karena jembatan ini sangat penting sebagai jalur pengalihan arus,” kata Ansori.

Baca Juga :  Pemkab Bondowoso Tunjukkan Respons Cepat Bantu Warga yang Kesulitan di Luar Negeri

Menurutnya, saat ini tim teknis masih melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan jembatan dan menentukan bentuk penanganan yang diperlukan. Sembari menunggu hasil kajian, Pemkab Bondowoso akan membatasi kendaraan bertonase besar dan memasang portal pembatas setinggi sekitar 2,5 meter agar kendaraan berukuran besar tidak melintas.

“Yang pasti kendaraan bermuatan lebih akan kami batasi. Kami juga akan memasang portal agar beban yang diterima jembatan tidak semakin besar,” ujarnya.

Ansori menambahkan, indikasi melemahnya struktur jembatan sudah mulai terlihat dari getaran yang muncul setiap kali kendaraan besar melintas. Bahkan, kendaraan boks yang melintasi jembatan dapat menimbulkan guncangan yang cukup terasa.

“Kalau kendaraan boks lewat sudah terasa goyang. Mungkin kalau kendaraan pribadi tidak terlalu merasakan getarannya, tetapi ini menjadi perhatian serius dan harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Pemkab Bondowoso berharap hasil kajian teknis segera rampung sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan. Pemerintah juga berharap usulan pembangunan Jembatan Koncer–Tamansari yang telah diajukan sejak 2017 akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, sehingga penanganan permanen dapat segera direalisasikan demi menjaga keselamatan masyarakat serta kelancaran konektivitas antarwilayah di Bondowoso.(wan)