KILASJATIM.COM, Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Ketua Mahkamah Agung (MA) RI Sunarto membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Beregu XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI Tahun 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang.
Kejuaraan yang diikuti 1.022 atlet dari 71 kontingen peradilan se-Indonesia itu tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan nasional, memperkuat silaturahmi antarinsan peradilan, serta mendorong pengembangan sport tourism di Jawa Timur.
Sebanyak 71 kontingen yang berasal dari lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Para peserta akan memperebutkan Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung RI.
Pembukaan berlangsung meriah dengan parade kontingen, pengibaran bendera Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP), pembacaan janji atlet dan wasit, serta penampilan seni budaya khas Malang yang menyambut para peserta dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Timur sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kejurnas Tenis Beregu Piala Ketua MA RI 2026.
Ia menyebut kejuaraan tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan keluarga besar peradilan Indonesia dalam semangat sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan.
“Selamat datang di Jawa Timur, para atlet dari Sabang sampai Merauke. Ini adalah Bumi Majapahit, bumi yang menanamkan nilai-nilai moderasi, keberagaman, persaudaraan, dan persatuan,” kata Khofifah dalam keterangannya Jumat kemaren, 12/6/2026.
Menurut dia, olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang profesi maupun asal daerah. Karena itu, kejuaraan nasional ini dinilai mampu memperkuat soliditas serta hubungan antarkeluarga besar peradilan di Indonesia.
Selain memiliki nilai sosial dan kebangsaan, Khofifah menilai penyelenggaraan kejuaraan tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi Kota Malang dan Jawa Timur. Kehadiran lebih dari seribu atlet beserta pendamping selama beberapa hari diperkirakan mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami sampaikan terima kasih. Kedatangan panjenengan semua memberikan manfaat luar biasa. Hotel-hotel penuh, restoran-restoran penuh, angkutan-angkutan penuh, dan tentu banyak destinasi wisata yang bisa dijelajahi selama berada di Malang dan Jawa Timur,” ujarnya.
Khofifah juga mengajak para peserta memanfaatkan waktu selama berada di Jawa Timur untuk menikmati berbagai destinasi wisata unggulan serta mengenal produk-produk lokal daerah. Bahkan, ia sempat berpantun untuk mengajak peserta mendukung pelaku UMKM Malang dengan berbelanja produk lokal.
Selain itu, Khofifah memperkenalkan layanan transportasi publik Trans Jatim yang saat ini terus berkembang dan melayani sejumlah titik strategis, termasuk kawasan wisata di Malang Raya.
Sementara itu, Ketua Mahkamah Agung RI Sunarto menegaskan bahwa olahraga memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan prinsip yang harus dimiliki insan peradilan, seperti disiplin, kerja keras, tanggung jawab, komitmen, dan sportivitas.
“Olahraga mengajarkan kepada kita bahwa setiap kemenangan membutuhkan disiplin, latihan yang konsisten, kerja keras, kesabaran, dan komitmen yang kuat. Nilai-nilai itulah yang juga diperlukan dalam membangun lembaga peradilan yang modern, profesional, dan terpercaya,” ujar Sunarto.
Ia berharap semangat integritas dan sportivitas yang tumbuh di arena olahraga dapat terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari para aparatur peradilan.
Sebagai informasi, Kejurnas Tenis Beregu XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI Tahun 2026 berlangsung pada 12–16 Juni 2026. Kejuaraan ini diikuti 71 tim putra, 52 tim putri, dan 26 pasangan ganda dengan total 1.022 atlet yang terdiri dari hakim, aparatur peradilan, serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan peradilan.
Pertandingan digelar di 10 lapangan tenis yang tersebar di Kota Malang dan sekitarnya. Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan, mempererat silaturahmi nasional, serta mendukung pengembangan sport tourism di Jawa Timur. (Den/Friz)
