HIPMI Pamekasan Resmi Buka Economic Fest 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Internasional

oleh -692 Dilihat

KILASJATIM.COM, Pamekasan – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Pamekasan resmi membuka gelaran Economic Fest 2026 di Area Monumen Arek Lancor, Senin (1/7/2026). Diikuti oleh 70 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ajang yang berlangsung mulai 1 hingga 9 Juni 2026 ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Pamekasan, Ach. Kusyairi, menegaskan bahwa Economic Fest 2026 bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah manifestasi untuk membakar semangat berwirausaha masyarakat Bumi Gerbang Salam.

“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Kusyairi saat memberikan sambutan.

Menurut Kusyairi, Pamekasan memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Namun, potensi besar tersebut membutuhkan sinergi dan komitmen kuat dari seluruh stakeholder agar dapat terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Fokus Penguatan Kapasitas UMKM
​Salah satu fokus utama HIPMI Pamekasan saat ini adalah menjawab tantangan bagaimana membawa pelaku usaha kecil untuk bisa “naik kelas”. Kusyairi menjelaskan, program-program masa depan HIPMI akan dititikberatkan pada penguatan kapasitas serta konektivitas para pelaku UMKM.

“Harapan kami setelah kegiatan ini ada ruang yang dapat mewadahi teman-teman UMKM agar terus berkembang dan berkemajuan. Pamekasan tidak boleh hanya besar di daerahnya sendiri,” tegasnya.

Membidik Jaringan Global
​Lebih lanjut, Kusyairi menggarisbawahi pentingnya membangun jejaring yang luas. Produk lokal Pamekasan dinilai harus mampu bersaing, tidak hanya di tingkat regional Jawa Timur atau nasional, tetapi juga merambah pasar internasional.
​Sebagai bentuk keseriusan, HIPMI Pamekasan berkomitmen untuk terus membuka akses pasar yang lebih luas serta mendorong komoditas-komoditas unggulan daerah agar mampu menembus pasar luar negeri (ekspor).

Baca Juga :  Prabowo Hadiri 1 Abad Gontor, Khofifah Dorong Pendidikan Islam Adaptif

Kendati membawa misi besar, Kusyairi menyadari bahwa peran pemuda dalam membangun daerah tetap memerlukan sinergitas dan bimbingan dari para senior serta jajaran birokrasi.

“Anak-anak muda masih membutuhkan banyak masukan dan bimbingan agar dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,” pungkasnya.(dit)