Pohon Natal dan Lampu Tematik Percantik Ruang Publik Surabaya

oleh -965 Dilihat
oleh
Pernak-pernik mulai penuhi beberapa titik di Kota Surabaya untuk menyambut Natal. (Foto: Dok Humas Pemkot/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Beragam dekorasi bernuansa Natal mulai beberapa titik Kota Surabaya yang sekaligus menegaskan komitmen kota dalam menjaga harmoni keberagaman sekaligus menghidupkan daya tarik wisata akhir tahun.

Tahun ini, Balai Kota, Balai Pemuda, kawasan Tunjungan, hingga koridor Jalan Panglima Sudirman menuju Monumen Bambu Runcing menjadi lokasi utama pemasangan ornamen. Pemkot juga berencana memperluas dekorasi ke Jembatan Yos Sudarso. Ornamen yang digunakan meliputi pohon Natal, lampu-lampu tematik, serta kado berukuran besar sebagai simbol sukacita perayaan.

“Surabaya sejak awal menegaskan diri sebagai kota toleransi. Karena itu, setiap perayaan keagamaan dirayakan bersama dengan dekorasi tematik,” kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Surabaya, Myrna Augusta Aditya Dewi, Jumat (5/12/2025).

Tak hanya dari pemerintah, sektor swasta seperti mal, pusat perbelanjaan, hingga hotel juga diajak terlibat. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat estetika kota secara menyeluruh dan menumbuhkan rasa memiliki bersama.

“Semangat ini bukan hanya untuk Natal. Pada Idul Fitri, Idul Adha, dan perayaan lainnya kami juga bergerak bersama,” kata Myrna.

Ia menegaskan dekorasi pernak-pernik natal yang terpasang tidak menambah persoalan sampah. Setiap pihak yang terlibat diwajibkan bertanggung jawab atas pembongkaran dekorasi setelah masa perayaan berakhir.

Meski begitu, penggunaan bahan ramah lingkungan masih menjadi tantangan, terutama untuk dekorasi luar ruang yang membutuhkan material kuat dan tahan cuaca.

“Ke depan kami terus mendorong pemanfaatan bahan daur ulang pada beberapa elemen dekorasi agar aspek lingkungan tetap terjaga,” jelasnya.

Selain mempercantik kota, dekorasi Natal diharapkan memberi dampak ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisata dan aktivitas perdagangan.

Meski memiliki workshop dekorasi sendiri untuk kawasan pemerintahan, Pemkot menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah menghidupkan ruang publik dan memperkuat citra Surabaya sebagai kota yang inklusif.

Baca Juga :  LG Makin Gencar Pasarkan TV OLED Untuk Para Gaming

“Ketika suasana kota hidup, kunjungan meningkat, perdagangan bergerak, dan nilai toleransi menjadi fondasi sekaligus daya tarik wisata,” pungkasnya.(cit)