Status Semeru Naik Jadi Level IV Awas, Puluhan Hektar Lahan Pertanian Rusak Parah

oleh -1363 Dilihat

KILASJATIM.COM, Lumajang – Puluhan hektare lahan pertanian dilaporkan rusak akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Material vulkanik berupa pasir dan batu dari awan panas guguran menimbun sejumlah area produktif milik warga di kawasan lereng Semeru.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang sekaligus Ex officio BPBD Lumajang, Agus Triono, meminta masyarakat tetap tenang dan waspada di tengah situasi pascaerupsi. Ia memastikan pemerintah terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik sekaligus menyiapkan langkah mitigasi dan penanganan darurat untuk masyarakat terdampak.

Erupsi kembali tercatat pada Rabu, 19 November 2025, pukul 13.55 WIB. Seismogram merekam awan panas guguran (APG) dengan amplitudo maksimal 25 hingga 40 mm dan jarak luncur mencapai 5 hingga 8,5 kilometer dari puncak Semeru. Aktivitas meningkat pada pukul 17.22, ketika luncuran APG mencapai Jembatan Gladak Perak atau Besuk Kobokan sejauh kurang lebih 12,8 kilometer. Kondisi ini membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Semeru dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga hingga akhirnya Level IV Awas.

Dampak erupsi terasa kuat di sektor pertanian. Di wilayah Pronojiwo, total 47,33 hektare lahan pertanian rusak dan tertimbun material vulkanik. Tanaman yang terdampak antara lain padi, cabai, salak, tebu, kopi, hingga sengon. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp2 miliar. “Akibat musibah tersebut 47,33 hektare lahan pertanian rusak di kawasan Pronojiwo dengan total kerugian kurang lebih 2 miliar lebih,” ujar Agus Triono, Kamis (20/11/2025).

Kerusakan serupa juga terjadi di Candipuro. Sebanyak 5,5 hektare lahan pertanian tertutup material vulkanik dan menyebabkan berbagai tanaman seperti jagung, cabai, dan tebu ucet gagal panen. Nilai kerugiannya diperkirakan juga menembus lebih dari Rp2 miliar.

Baca Juga :  Erupsi Gunung Semeru, PLN Terjunkan 124 Personel Percepat Pemulihan Listrik Nyalakan 69 trafo

Pemerintah daerah memastikan pendataan masih dilakukan dan bantuan darurat untuk petani segera disiapkan. Masyarakat diimbau tetap mengikuti arahan petugas dan menjauhi zona berbahaya untuk menghindari potensi erupsi susulan.