Pasar Modal di Jawa Timur Tumbuh Signifikan, Surabaya Sumbang sekitar 19 persen Investor 

oleh -1246 Dilihat

Kepala Wilayah Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Cita Melissa saat membuka Media Gathering di Surabaya, Selasa, 21 Oktober 2025. (kilasjatim.com/nova)

KILASJATIM.COM, Surabaya  –: Kinerja pasar modal di Jawa Timur  menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat per Agustus 2025, jumlah investor di provinsi ini telah mencapai dua juta orang atau setara dengan 10,5 persen dari total investor nasional. Angka tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan basis investor terbesar di Indonesia, menandakan semakin tingginya minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur, Cita Melisa, menyampaikan , minat masyarakat Jatim terhadap investasi di pasar modal terus menunjukkan tren positif. Tercatat, hingga Agustus 2025, jumlah investor di Jatim mencapai 2 juta Single Investor Identification (SID) atau sekitar 10,5 persen dari total investor nasional yang berjumlah 18,9 juta.

‘Kota Surabaya masih menjadi pusat aktivitas pasar modal di Jatim, baik dari sisi jumlah investor maupun nilai transaksi.

“Surabaya masih terbesar  baik dari sisi jumlah investor maupun nilai transaksi, menyumbang sekitar 19 persen dari total investor di Jawa Timur, diikuti Kabupaten Sidoarjo 8 persen, Kabupaten Jember 6 persen, serta Kota dan Kabupaten Malang masing-masing 5 persen,” ujar Cita Melisa  saat  Media Gathering  BEI dan PT Merdeka Cooper Gold Tbk. di Surabaya, Selasa (21/10/2025).

Ditambahkan Cita, pertumbuhan pesat tersebut tidak lepas dari komitmen BEI dalam memperluas literasi dan inklusi pasar modal. Berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2022, tingkat literasi pasar modal nasional mencapai 4,4 persen, sedangkan tingkat inklusi mencapai 5,5 persen.

 Secara keseluruhan, total nilai transaksi pasar modal di Jawa Timur hingga Agustus 2025 mencapai Rp 539,16 triliun, sebuah capaian yang mempertegas peran strategis provinsi ini dalam ekosistem pasar modal nasional.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Ajak Perguruan Tinggi Muhammadiyah Tingkatkan Indeks Inovasi dan Daya Saing Global

 Terdapat 56 emiten yang berasal dari wilayah ini, menjadikannya satu-satunya provinsi di luar DKI Jakarta yang memiliki Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). Selain itu, dari total 91 anggota bursa nasional, sebanyak 50 perusahaan memiliki kantor cabang di Jawa Timur, dan 9 perusahaan aset manajemen juga telah membuka kantor cabang di provinsi ini.

Dari sisi fasilitas, BEI mencatat Jawa Timur memiliki 89 Galeri Investasi (GI) atau sekitar 9,2 persen dari total GI nasional yang berjumlah 974.

 “Angka ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah galeri investasi terbanyak di Indonesia, sebuah indikator kuat dari luasnya jangkauan edukasi dan penetrasi pasar modal hingga ke daerah-daerah,” paparnya.

Cita menyebut, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap investasi menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem pasar modal yang sehat. Sehingga, BEI Jatim secara aktif menggencarkan berbagai program edukasi dan literasi keuangan, baik untuk pelajar, karyawan, ASN, maupun komunitas umum.

Untuk memperkuat fondasi pemahaman masyarakat, BEI Jawa Timur menggulirkan berbagai program edukasi bertema inklusif.

Diantaranya, Program Literasi Unggulan BEI Jatim yakni JELITA (Jelajah Literasi Keuangan Jawa Timur). Program ini menyasar masyarakat umum, khususnya komunitas keagamaan muda seperti Ansor-Banter, dengan fokus pada edukasi investasi berbasis keuangan syariah.

 BERKAH (Belajar Investasi untuk Karyawan Perusahaan Tercatat). Diperuntukkan bagi karyawan perusahaan yang telah melantai di bursa. Saat ini, terdapat 56 emiten yang berbasis di Jawa Timur, dan BEI telah menggandeng tiga di antaranya, yaitu PT Bank Jatim Tbk (BJTM), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), dan PT Benteng Api Technic Tbk (BATR).

MABAR CERIA (Mahasiswa Baru Cerdas Investasi dan Literasi Keuangan). Ditujukan bagi mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Islam Negeri Malang (UIN Malang), agar generasi muda memahami investasi sejak dini.

Baca Juga :  Ciao Surabaya! Osteria GIA Kini Hadir di Kota Pahlawan dengan Sajian Menu Khas Italia

TIMNAS (Tingkatkan Manfaat Investasi dan Literasi untuk ASN). Program ini fokus pada edukasi bagi aparatur sipil negara (ASN) agar terhindar dari penipuan keuangan dan mampu mengelola pendapatan secara bijak. (nov)