Polda Jatim Gandeng Masyarakat dan TNI Antisipasi Gelombang Aksi Lanjutan

oleh -821 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Polda Jawa Timur menilai peran aktif masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga keamanan pasca gelombang aksi demonstrasi yang berujung ricuh pekan lalu. Ribuan warga hingga tingkat desa terlibat dalam pengamanan swakarsa untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Berdasarkan data Senkom Mitra Polri, tercatat ada 5.071 anggota pengamanan swakarsa, 542 orang Kelompok Sadar Kamtibmas Bhayangkara, 45.413 personel satuan pengamanan, serta 143.240 warga Satkamling yang tersebar di 8.974 desa dan kelurahan di Jatim.

“Kesadaran masyarakat menjaga keamanan lingkungan merupakan modal penting dalam mencegah aksi anarkis terulang kembali,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Senin (1/9/2025) malam.

Selain mengandalkan kekuatan masyarakat, polisi juga memperkuat langkah antisipasi dengan patroli skala besar bersama TNI yang digelar tanpa batas waktu. Jules menegaskan, upaya preventif akan berjalan seiring dengan penegakan hukum agar Jatim tetap aman dan terkendali.

Sejauh ini, aparat telah mengamankan 580 orang yang diduga terlibat kerusuhan, termasuk pembakaran Gedung Negara Grahadi, Mapolsek Tegalsari, 15 pos polisi di Surabaya, hingga gedung DPRD di Kediri. Dari jumlah itu, 89 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebagian besar yang diamankan masih berusia belasan tahun. Polisi memulangkan 479 orang di antaranya kepada orang tua maupun LBH untuk dibina, sementara pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana tetap diproses hukum.

Baca Juga :  Wali Kota Eri Cahyadi Sebut Larangan Parkir di Jalan Tunjungan Hasil Koordinasi Dengan Kepolisian