BI Jatim:  Angka Pengguna QRIS Terus Bertumbuh, Jadi Inovasi Pembayaran 

oleh -902 Dilihat

Kepala BI KPW Jatim Ibrahim di acara  Media Gathering BI Jawa Timur di Malang, Jumat (18/7/2025) (kilasjatim.com/nov)

KILASJATIM.COM, Malang  – Penggunaan QRUS untuk transaksi pembayaran terus bertumbuh .  Sejak diluncurkan pada tahun 2019, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencatatkan kinerja yang cukup moncer, baik dari jumlah  pengguna maupun transaksi.

Kepala BI KPW Jatim Ibrahim dalam sambutannya di acara  Media Gathering BI Jawa Timur di Malang, Jumat (18/7/2025) menyampaikan , QRIS berkembang begitu cepat, keberhasilan suatu sistem atau inovasi, berhasil tidaknya diukur dari seberapa cepat memberikan solusi dan seberapa massif digunakan masyarakat.

“”Penambahan jumlah pengguna QRIS ini sangat cepat sejak pertama.kali dikenalkan, artinya inovasi transaksi  itu  berhasil.. QRIS hingga Maret  2025 mencapai 56,28 juta dengan jumlah merchant QRIS sebanyak 38,1 juta dan jumlah EDC sebanyak 2,3 juta.” ujar  Ibrahim .

Pada kesempatan yang sama, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) KPW Jatim, Himawan Kusprianto mengatakan, perkembangan QRIS yang sangat akseleratif sejak pandemi hingga saat ini karena kemudahan penggunaan, partisipasi ekonomi Gen Z dan penetrasi mobile phone yang makin masif.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) KPW Jatim, Himawan Kusprianto. (kilasjatim.com/nova)

GenZ menjadi pengguna sangat potensial karena jumlahnya cukup besar, mencapai sebanyak 75,49 juta atau sekitar 27,94%, selanjutnya generasi milenial sebanyak 69,9 juta orang atau 25,87%, generasi X 59,12 juta orang atau 21,88%, generasi baby boomer 31,23 juta orang atau 11,56%, dan generasi alpha 29,9 juta orang atau 10,88%.

“ORIS juga menjadi fondasi digital terutama bagi segmen UMKM yang saat ini mendominasi dengan porsi 93% atau 38,1 juta hingga Maret 2025,” katanya.

Baca Juga :  Sepanjang 2023 Pelanggan Program _Electrifying Agriculture_ PLN Tumbuh 25 Persen

Dari total 38,1 juta UMKM pengguna QRIS meliputi 57,52% skala mikro, 29,59% pelaku usaha skala kecil, 5,89% pelaku usaha skala menengah, dan 3,37% pelaku usaha skala besar.

Tidak hanya dimanfaatkan oleh warga  Indonesia saja, QRIS juga telah dimanfaatkan oleh banyak warga negara asing melalui layanan cross border payment.

Melalui skema Regional Payment Connectivity, QRIS telah terhubung dengan pembayaran di negara Thailand, Malaysia dan Singapura. Kerjasama juga akan diperluas lagi ke India, Korea Selatan, Jepang dan Uni Emirat

 “Peningkatan efisiensi layanan cross border payment menjadi komitmen internasional, mulai dari G20, ASEAN, termasuk Indonesia yang tertuang dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030,” pungkasnya. (nov)