Kasus Keracunan Obat pada Balita Marak, Peneliti Asal Indonesia Bagikan Tips Pencegahannya

oleh -358 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Fenomena balita yang mengalami keracunan obat  kembali mencuat di Indonesia. Tidak hanya di tanah air, kasus serupa juga tercatat di negara maju seperti Australia. Menyikapi kondisi ini, Dr. Imaina Widagdo, peneliti asal Indonesia di Quality Use of Medicines and Pharmacy Research Centre, University of South Australia, sekaligus alumnus Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya), membagikan tips pencegahan yang dapat dilakukan orang tua.

“Anak-anak cenderung penasaran dan suka memasukkan benda ke mulut. Jika yang ditemukan adalah obat, dan tidak ada pengawasan, risiko keracunan bisa sangat tinggi,” ujar Imaina. Ia mengingatkan, banyak kasus keracunan terjadi karena obat diletakkan sembarangan, bahkan bercampur dengan makanan. Untuk itu, Imaina menegaskan pentingnya menyimpan obat di tempat yang aman, tertutup, dan jauh dari jangkauan anak. “Selain itu, cek tanggal kedaluwarsa sebelum diberikan ke anak. Obat yang sudah kadaluwarsa bisa berbahaya,” tambanya.

Lebih lanjut, kesalahan dalam pemberian dosis juga menjadi penyumbang utama kasus keracunan. Tubuh anak yang masih dalam masa pertumbuhan, kata Imaina, bisa memberi reaksi berbeda terhadap obat. “Banyak orang tua masih pakai sendok makan atau sendok teh untuk memberi obat. Ini berisiko. Gunakan sendok takar atau syringe mililiter agar dosis sesuai anjuran tenaga medis,” jelas dosen kasual Magister Farmasi Klinis Ubaya itu.

Imaina juga mengimbau agar orang tua segera mencari pertolongan medis jika anak diduga menelan obat yang salah, apalagi jika muncul gejala seperti muntah, diare berkepanjangan, atau kesulitan bernapas. “Jika gejalanya parah, jangan tunda untuk membawa ke IGD. Anak yang pernah keracunan bisa saja mengalami hal serupa jika tidak dicegah,” tandasnya.

Dengan pemahaman yang tepat dan edukasi yang cukup, orang tua dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah insiden keracunan obat pada anak.(tok)

Baca Juga :  Teknologi untuk Budi Pekerti, Pahamkan Maba Untag Surabaya Soal Nilai Moral di Era Digital